Breaking News:

Opini

Menyibak Hikmah di 2020

Tanpa terasa, tahun 2020 akan berlalu dan kita akan masuki tahun 2021 dengan segudang tanda tanya besar

Menyibak Hikmah di 2020
DR SRI RAHMI

Dr. Sri Rahmi, MA

Dosen UIN Ar Raniry, Ketua Asosiasi Prodi Manajemen Pendidikan Islam se-Indonesia

Demi masa (1) Sesungguhnya manusia itu benar-banar berada dalam kerugian (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran (3)(Al-`Ashr:1-3)

Ayat di atas seharusnya dapat menjadi warning bagi kita bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila sebagai makluk yang diberi akal tidak memanfaatkan waktu dan peluang yang telah diberikan Allah secara optimal. Makna kerugian dalam ayat di atas adalah kerugian masa/waktu yang tidak mungkin dapat diputar kembali, bukan kerugian harta yang dengan mudah dapat dicari ganti. Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal waktu tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Mengakhiri tahun dengan suka cita yang terlalu berlebihan adalah cerminan dari orang yang tidak memahami bahwa ada hal yang akan meninggalkannya.

Tanpa terasa, tahun 2020 akan berlalu dan kita akan masuki tahun 2021 dengan segudang tanda tanya besar. Disinilah bukti kekuasaan Allah, bahwa sehebat dan secerdas apapun manusia, tidak akan mampu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depannya. Pertanyaan terbesar saat ini adalah, apa yang telah kita lakukan sepanjang tahun ini dan apa yang akan kita lakukan di tahun selanjutnya?

Dalam kalender Islam, tahun baru memang jatuh di tanggal 1 Muharram, namun sebagai orang yang menghabiskan harinya dengan penanggalan masehi, maka tidak ada salahnya juga melakukan refleksi terutama masalah ibadah dan pekerjaan yang telah dan akan dilakukan.

Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh dinamika dan berbagai musibah serta cobaan berat kita alami. Bahkan sampai saat ini, dunia, termasuk Indonesia masih berjuang melalui krisis akibat pandemi Covid-19 yang kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Hampir semua sektor mengalami kegoncangan yang hebat. Mulai dari sektor ekonomi yang mendekati krisis, sektor kesehatan dan yang tak kalah kacaunya adalah sektor pendidikan. Terjadi perubahan gaya hidup yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.

Populasi manusia berkurang drastis akibat keganasan virus Corona. Selain kehilangan anggota keluarga, ada banyak yang kehilangan mata pencaharian karena terpaksa di-PHK di tempatnya bekerja. Di tengah pandemi, kita juga menghadapi berbagai bencana alam yang mengerikan. Mulai dari banjir bandang yang merenggut korban jiwa, tanah longsor maupun banjir yang disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi karena berkurangnya serapan air akibat pengundulan hutan yang semakin merajalela.

Meski demikian, apakah kita harus berputus asa, menyerah dan meratapi keadaan yang ada? Atau mengambil hikmah dan pembelajaran dari pandemi serta beragam musibah yang terja di saat ini untuk sesegera mungkin berbenah diri?

Hikmah di balik musibah

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved