Breaking News:

Salam

Ini Momentum Bermuhasabah

Insya Allah, beberapa jam lagi kita akan meninggalkan tahun 2020 dan memasuki tahun baru 2021. Kita berharap di tahun

FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, menyosialisasikan seruan bersama larangan perayaan tahun baru masehi 2020 yang dikeluarkan Forkopimda Kota Banda Aceh, Selasa (22/12/2020). 

Insya Allah, beberapa jam lagi kita akan meninggalkan tahun 2020 dan memasuki tahun baru 2021. Kita berharap di tahun yang baru kelak kita semua akan baik-baik saja. Namun, kita juga harus melihat ke belakang, yakni sepuluh bulan yang telah mengubah segalanya dalam kehidupan kita. Adalah serangan virus Corona yang sudah merusak perekonomian serta tatanan sosial kita.

Dan, hingga hari ini virus yang berasal dari Provinsi Wuhan, Tiongkok, itu belum enyah dari bumi imi. Bahkan, kabar dua pekan terakhir, Covid-19 itu sudah bermutasi menjadi varian baru yang sulit dikendalikan. Corona varian baru itu sudah menyerang banyak negara termasuk negara tetangga kita Malaysia dan Singapura. Virus Corona varian baru itu kabarnya lebih gampang menular dan sulit dijinakkan. Oleh sebab itulah, mulai 1 Januari 2021 hingga dua pekan ke depan, Pemerintah Indonesia menutup pintu bagi WNA. Tidak ada warga negara asing dari negara mana pun yang boleh masuk ke Indonesia.

Tahun 2020, boleh dikata adalah tahun bencana bagi kita semua. Sepuluh bulan di tahun itu kita harus hidup di tengah pandemi. Selain itu, banyak juga saudara kita harus berhadapan dengan bencana lainnya seperti banjir, badai, tanah longsor, dan lain-lain. Lalu, secara personal juga banyak saudara-saudara kita yang gagal mencapai rencana hidup lantaran banyak hambatan, terutama kesulitan ekonomi.

Dan, tahun 2021 yang kita harap lebih baik dari tahun sebelumnya, ternyata harus juga kita lewati bersama pandemi. Artinya kita betul-betul harus mematangkan diri untuk semakin disiplin beraktivitas dengan kebiasaan baru.  Mengenakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak harus betul-betul menjadi hal yang biasa. Apalagi, seperti sudah kita jelaskan tadi bahwa virus Corona varian baru itu sangat gampang menular dan sulit dikendalikan. 

Yang menjadi pemahaman penting kita adalah bahwa kita tidak dapat mengubah apa yang sudah terjadi, akan tetapi untuk ke depannya kita dapat mengubah sikap‑sikap kita yang kurang beres selama ini. Satu hal yang istimewa bahwa kita memiliki kesempatan setiap hari untuk memilih sikap apa yang akan kita ambil untuk hari itu. Karenanya mari gunakan kesempatan itu dengan bijaksana, supaya kita tidak menyesal di kemudian hari. Untuk itu sebagai muslim kita tentu tak boleh lupa berdoa dan berzikir agar kita selalu dapat memilih yang terbaik yang sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Penyambutan tahun baru 2021 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang semuanya dibatasi. Bagi yang ingin berpergian jauh harus dapat menunjukkan hasil negatif tes PCR maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Ada juga daerah yang mewajibkan rapid test bagi pengemudi dan penumpang sebelum masuk daerah itu.

Di Aceh, jauh-jauh hari sudah ada seruan untuk mengantisipasi penyebaran Corona selama libur akhir tahun. Antara lain, pertama, pemerintah meminta seluruh masyarakat pengelola tempat usaha dan tempat wisata untuk tidak memfasilitasi kegiatan yang mengakibatkan kerumunan massa, termasuk pergantian tahun baru. Kedua, memperkuat Operasi Yustisi dan patroli pengawasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan sampai ke tingkat kecamatan.

Ketiga, melakukan penerapan protokol kesehatan, pembatasan jam opresional restoran, kafe serta tempat hiburan, mall serta tempat lainya. keempat, tempat‑tempat hiburan itu ditutup khusus tanggal 31 Desember 2020‑1 Januari 2021. Kelima pintu masuk antar wilayah perlu diperketat melalui transportasi darat, udara dan, laut.

Oleh karena itu, sebagai muslim menyambut tahun 2021 kita diserukan untuk bermuhasabah, karena sebaik‑baik manusia adalah yang panjang umurnya, baik akhlaknya, budi pekertinya, santun bahasanya, dan berguna bagi orang lain. Sebaliknya, orang yang paling rugi adalah yang panjang umurnya, tapi kurang amalnya, tidak baik budi pekertinya, kasar bahasanya, dan lain-lain.

Jadi, inilah salah satu momentum yang tepat bagi kita untuk bermuhasabah. Ada yang mengatakan, “Orang yang beruntung adalah orang yang punya waktu untuk instrospeksi dan evaluasi diri. Dengan melaksanakan muhasabah, kita akan selalu menggunakan setiap waktu dari detik, menit, jam, dan hari dengan sebaik‑baiknya demi melakukan yang terbaik untuk diri dan orang lain.” Nah?!

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved