Breaking News:

Israel Tutup Penjara Ramon karena Covid-19, Tahanan Palestina tak Diprioritas Dapat Vaksin

Menteri Keamanan Publik Israel Amir Ohana mengatakan, memberi tahanan vaksin virus corona bukanlah prioritas.

AFP/JAAFAR ASHTIYEH
Seorang pemuda Palestina melepaskan ketapel berisi batu ke arah tentara Israel dalam demo mingguan menentang Israel di Kfar Qaddum, Tepi Barat, Palestina, Jumat (13/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM - LSM Palestina mengatakan, peningkatan kasus virus di antara para tahanan Israel adalah 'sumber penularan pertama' ke tahanan.

Sejak April, sekitar 140 tahanan Palestina telah terinfeksi Corona.

Otoritas penjara Israel telah menutup penjara Ramon setelah mendeteksi beberapa infeksi virus korona di antara tahanan dan penjaga, menurut Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).

Tidak ada komentar dari otoritas Israel tetapi PPS mengatakan pada hari Minggu bahwa penutupan itu adalah "indikasi serius dari kemungkinan merebaknya pandemi di antara para tahanan".

Penjara Ramon dibagi menjadi tujuh sel dan menampung 360 tahanan Palestina.

Baca juga: Normalisasi Sejumlah Negara dengan Israel, Kado Pahit Bagi Rakyat Palestina

Baca juga: Lagi, Mahmoud Omar Kameel Remaja Palestina Meninggal Dunia Ditembak Pasukan Israel

Baca juga: Warga Israel Hancurkan Kebun Zaitun Milik Petani Palestina

PPS mengatakan peningkatan kasus di antara para narapidana Israel adalah "sumber pertama penularan virus ke para tahanan".

Pekan lalu, Israel meluncurkan kampanye vaksinasi, tetapi pada hari Sabtu, Menteri Keamanan Publik Amir Ohana mengatakan memberi tahanan vaksin virus corona bukanlah "prioritas".

Komentarnya dikecam oleh Hassan Abed Rabbo, juru bicara media untuk badan Urusan Tahanan Palestina, yang mengatakan keputusan Ohana adalah "rasis" dan "kejahatan lainnya ditambahkan ke daftar panjang terhadap para tahanan".

Baca juga: Warga Palestina dan Pasukan Israel Bentrok di Pemakaman Bocah yang Meninggal Ditembak Israel

Baca juga: Pangeran Terkemuka Arab Saudi Kritik Keras Israel, Palestina Tidak Dibahas di KTT Bahrain

Baca juga: Israel Bebaskan Polisi Penembak Mata Bocah Laki-laki Palestina Berusia Sembilan Tahun

Abed Rabbo mengatakan, "Pemerintah pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas kesehatan dan kehidupan para tahanan, dan tidak mengambil tindakan nyata untuk melindungi mereka dari merebaknya virus corona".

Sejak April, sekitar 140 tahanan Palestina telah terinfeksi Covid-19, mayoritas di penjara Gilboa di utara yang juga telah ditutup.

Israel menahan sekitar 4.400 warga Palestina, termasuk 41 wanita dan 170 anak-anak serta 380 orang yang ditahan tanpa dakwaan atau pengadilan di bawah kebijakan penahanan administratifnya.(aljazeera/sak)

Editor: Said Kamaruzzaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved