‘Saya Sempat Pesimis Bisa Berangkat Haji’
PASANGAN suami isteri (pasutri), Karim Usman (62) dan Ruhana Syakubat (55), warga Gampong Dayah Peudaya, Kecamatan Padang Tiji
PASANGAN suami isteri (pasutri), Karim Usman (62) dan Ruhana Syakubat (55), warga Gampong Dayah Peudaya, Kecamatan Padang Tiji, mengaku sudah sejak lama merindukan bisa berangkat haji. Untuk mengobati kerinduan, mereka berdua mengaku sering melihat pesawat yang terbang jauh di atas rumahnya.
"Hasrat ingin menunaikan ibadah haji telah lama sekali berkutat di hati saya. Tapi saya pesimis bisa menyetor ONH, mengingat uang tidak ada. Sehingga untuk mengobat hati, saya sering menyaksikan pesawat terbang," ujar Karim Usman didampingi istrinya Ruhana Syakubat, kepada Serambi, Jumat (1/1/2021).
Rasa pesimis itu belakangan mulai sirna ketika ia mendengar informasi bahwa akan dibangun jalan tol dari Banda Aceh hingga Sigli yang melintasi kawasan Padang Tiji. Tanahnya yang terkena pembebasan tidak hanya sawah, tapi juga kebun beserta isinya. Rasa gundah itu pun buyar, berganti bahagia karena harapannya untuk bisa berhaji semakin dekat.
"Saat uang pembayaran dana tol sudah saya terima, saya bersama istri langsung menyetor ONH ke Kankemenag Pidie. Saya menyetornya sekita lima bulan lalu," ungkap Karim Usman.
Ia bersama istrinya kini merasa sangat bahagia karena telah menyetorkan ONH dan keinginannya untuk berangkat haji akan segera terkabul. Kepada pemerintah, Karim Usman berharap agar menambah kuota haji Aceh sehingga dirinya tak terlalu lama menunggu.
"Keinginan saya tahun 2021 saya bersama isteri bisa berangkat menunaikan ibadah haji, sebab cita-cita saya sudah lama sekali pergi naik haji," harap Karim Usman dan istrinya.(naz/c43)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/karim-usman-dan-ruhanasyakubat-calon-jamaah-haji.jpg)