Breaking News:

Salam

Semester Pertama 2021 Belum akan Cerah

Menyambut tahun 2021, Presiden Jokowi menyampaikan pidato singkat yang mengajak kita semua bersikap optimis

TRIBUNNEWS.COM/Cahyo/Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Menyambut tahun 2021, Presiden Jokowi menyampaikan pidato singkat yang mengajak kita semua bersikap optimis. "Memasuki 2021 saya yakin negara kita Indonesia mampu bangkit dan melakukan banyak inovasi pemulihan perekonomian setahap demi setahap," ujar Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan bahwa virus Corona belum akan berakhir dalam waktu dekat. Oleh karena itu penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid‑19 harus diperketat. Antara lain dengan menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

"Vaksinasi juga akan segera dilakukan di pertengahan Januari 2021 ini untuk mencapai herd imunity kekebalan komunal sehingga penyebaran Covid‑19 bisa kita hentikan", terang Presiden.

Sebagai informasi, Covid‑19 atau virus Corona hingga saat ini masih melanda sebagian wilayah dunia termasuk Indonesia. Covid‑19 merupakan salah satu virus yang dapat menular dan menyebar cepat. Sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019 silam, jumlah kasus positif Covid‑19 di dunia terus mengalami peningkatan, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid‑19 Indonesia, dua hari lalu, total terdapat 743.198 kasus positif Covid‑19. Dari angka tersebut sebanyak 611.097 kasus sembuh dan 22.138 kasus meninggal dunia.

Hingga saat ini sejumlah ilmuwan dunia masih berjibaku untuk menemukan vaksin terbaik untuk menghentikan virus tersebut. Covid‑19 telah berdampak negatif terhadap sejumlah sektor kehidupan manusia seperti kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

Seperti dikatakan Presiden Joko Widodo, pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan, akan tetapi pandemi juga menyebabkan krisis ekonomi. Dan, upaya pemulihan berbagai sekotor yang terganggu sudah dilakukan Indonesia selama pandemi Covid‑19. Menurut Jokowi ada indikator yang menunjukkan ke arah positif. Investasi mulai bermunculan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Sehingga lapangan kerja akan kembali terbuka.

Namun, ada pengamat ekonomi yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 tidak akan berjalan mulus, walaupun akan membaik dengan pertumbuhan positif.

Proyeksi tahun 2021,  pertumbuhan 3 persen karena masih ada tekanan dari Covid‑19 terlebih adanya varian baru virus itu.

Diakui, ekonomi Indonesia sebenarnya mulai membaik di kuartal keempat 2020. Pada kuartal keempat pertumbuhan akan sulit masuk ke zona positif dan masih tertahan di minus 2 persen akibat dampak dari pembatasan aktivtias ekonomi dan kontrolnbketat perjalanan luar kota dan internasional.

Namun perbaikan tersebut tertahan akibat adanya pembatasan yang kembali dilakukan untuk menghambat penyebaran virus di akhir tahun. "Saya setuju langkah pemerintah membatasi kegiatan agar penyebaran virus tidak terlalu luas," kata pengamat.

Mengenai vaksinasi, juga mendapat beberapa tanggapan pengamat dan pakar. Antara lain mereka melihat, disparitas kualitas fasilitas kesehatan antardaerah bisa menjadi faktor penghambat keberhasilan vaksinasi.

Selain itu, pemulihan ekonomi di sektor usaha khususnya tetap membutuhkan waktu dan proses yang lebih panjang, tidak bisa langsung pulih dalam 3 hingga 6 bulan saja. Pengamat melihat tahun depan pertumbuhan masih tertahan, daya beli belum pulih khususnya pada kelompok menengah ke bawah karena marak terjadi PHK.

Inilah yang harus disadari masyarakat, bahwa pandemi ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Artinya, pertumbuhan ekonomi juga tidak akan bisa segera membaik. Dan, Insya Allah tidak akan lebih beruk dari medio 2020. Awal tahun 2021 hingga enam bulan ke depan adalah masih saat-saat sulit perekonomian Indonesia, bahkan ekonomi global. Karenanya, usaha keras Pemerintah adalah meminimalisir penyebaran Covid-19 serta secara ketat mencegah masuknya virus varian baru. Sebab, jika virus itu masuk, kondisi bisa lebih buruk dari serangan Covid-19.

Maka, patuhilah imbauan pemerintah mengenai protokol kesehatan!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved