Haba Banda Aceh
Aminullah : LKMS Mahirah Raih Laba Perdana Rp 1,28 Miliar, Aset Capai Rp 38 Miliar
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengungkapkan, saat ini Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah meraih laba Rp1,28 miliar pada...
Penulis: Misran Asri | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengungkapkan, saat ini Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah meraih laba Rp1,28 miliar pada akhir tahun 2020.
Hasil itu berdasarkan laporan pembukuan kenaikan laba pada semester II, dari sebelumnya Rp 557 juta pada 2019. Prospek itu, katanya, ditopang oleh pendapatan margin bersih sebesar Rp3,8 miliar pada akhir penutupan buku, per 31 Desember 2020.
"LKMS Mahirah terus menampakkan hasil baik dalam menjalankan operasionalnya. Sehingga, telah berhasil Break Even Point(BEP) pada tahun ini dan juga tingkat kesehatannya baik," kata Aminullah, Minggu (3/1/2020) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.
Aminullah juga menyebutkan, Mahirah membukukan laba tahun berjalan setelah pajak bersih pada semester II 2020 senilai Rp1,28 miliar, atau tumbuh 130,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year On Year/YOY).
Atas pencapaian itu, Aminullah pun mengapresiasikan Mahirah dengan pencapaian yang semakin meningkat.
Di samping itu, Aminullah juga mengungkapkan, lembaga keuangan yang menjadi alat utama dalam memberantas rentenir ini terus memberikan dukungan terhadap dunia usaha mikro kecil.
"Pada dasarnya, berdirinya Mahirah sendiri, didorong rasa keprihatinan kami, karena di awal kami menjabat banyak masyarakat menengah ke bawah dimanfaatkan oleh para tengkulak, menjerat kaum kurang mampu di Banda Aceh," kata Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh itu.
Dikonfirmasi terpisah, Dirut Mahirah, T Hanansyah, mengatakan berdasarkan laporan keuangan (unaudited) harian, pada Jumat (1/1/2021), perolehan laba tersebut ditopang oleh pendapatan margin bersih yang senilai Rp3,8 miliar pada periode yang sama, LKMS Mahirah berhasil menurunkan beban operasional sebesar 20,91 persen YOY pada akhir 2020, menjadi Rp2,5 miliar.
Hanan juga menyebutkan, selama akhir tahun 2020, Mahirah telah menyalurkan Pembiayaan Syariah senilai Rp 18,42 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp10 miliar (Year To Date/YTD).
LKMS Mahirah pun berhasil membukukan pertumbuhan aset selama tahun 2020 sebesar 43,1 persen (YTD) menjadi Rp38,26 miliar. "Penghimpunan dana tercatat tumbuh 37,3 persen (YOY) pada semester II 2020 menjadi Rp33,2 miliar," jelasnya.
Kemudian, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Mahirah periode semester II 2020 adalah sebesar 2,0 persen (gross) dan 1.7 persen (net). Rasio profitabilitas yang diukur melalui Return On Assets (ROA) sebesar 3,3 persen. Perolehan Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 7,5 persen dengan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 71 persen, jelasnya lagi.
Selanjutnya pada Cabang Mal Pelayanan Publik (MPP), Mahirah membukukan aset senilai Rp5,6 miliar. Pembiayaan sebesar Rp6 miliar. Dengan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) Mahirah tercatat sebesar 0 persen (gross) dan 0 persen (net).
"Rasio pembiayaan terhadap simpanan atau Financing to Deposit Ratio (FDR) pada akhir tahun 2020 sebesar 73 persen," tutupnya.(*)
Baca juga: Jalan Trom Gampong Sukajadi Makmur Langsa Baro Longsor, Tutupi Setengah Badan Jalan
Baca juga: Kemenkes Pastikan Presiden Orang Pertama Divaksin Sinovac, Jokowi Sebut untuk Meyakini Masyarakat
Baca juga: Grup Kasidah Legendaris Nasida Ria, 45 Tahun Berkarya, Populer Berkat Lagu Perdamaian & Kota Santri