Poligami Sesama Jenis di Thailand, 3 Pria Ini Menikah dalam Satu Ikatan
Keberanian ketiga pria tersebut mengikat tali ikatan resmi mendapat pujian para netizen di Thailand.
Penulis: Faisal Zamzami | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM - Biasanya poligami dilakukan oleh seorang pria dengan menikahi lebih dari satu wanita.
Namun bagaimana jadinya jika seorang pria melakukan poligami dengan menikahi lebih dari satu pria?
Banyak yang menganggap poligami pernikahan sesama jenis mustahil terjadi.
Baru-baru ini, terjadi pernikahan sesama jenis antara tiga pria di Thailand.
Sebuah pernikahan antara tiga pria di Thailand tersebut kini telah menjadi viral di “Negeri Gajah Putih”.
Keberanian ketiga pria tersebut mengikat tali ikatan resmi mendapat pujian para netizen di Thailand.
Menurut laporan media Thailand, hubungan antara ketiga pria ini bermula hanya dari orang saja sebagaimana dilansir dari Asia One, Kamis (30/1/2020).
Awalnya James Chandmthong (30) yang berprofesi sebagai ahli gizi menjalin asmara dengan Nong Amsapchan (22) selama 7 tahun.
Suatu ketika, Chandmthong berkenalan dengan Nong Toei Buutawat melalui dunia maya.
Buutawat berkerja sebagai penari.
Setelah itu, Chandmthong dan Buutawat saling mengungkapkan perasaannya satu sama lain dna menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Amsapchan.
Baca juga: 5 Fakta Hubungan Sesama Jenis di Wisma Atlet, Perawat dan Pasien Akui Perbuatan
Baca juga: Ini Trik Mudah Kupas Cangkang atau Kulit Telur Rebus agar Tetap Mulus, Cukup Tambahkan Bahan Ini
Seiring berjalannya waktu, Chandmthong mengaku kepada Amsapchan bahwa dia menjalin asmara dengan pria lain yakni Buutawat.
Di luar dugaan, Amsapchan tidak marah dan justru menerima Buutawat ke dalam hubungan mereka.
Ketiga pria itu lantas mengaku menemukan keseimbangan dalam kehidupan baru mereka bersama.
Bahkan kini mereka berbagi pekerjaan rumah tangga.
Sejak saat itu, mereka mendirikan grup tari yang mereka namakan Thanawat Dance.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengadakan upacara pernikahan dan menikah pada 8 Desember di Chanthaburi, Thailand.
Mereka mengakui pernikahan tersebut merupakan simbol komitmen mereka terhadap hubungan mereka.
Di hari pernikahan, teman, kerabat dan penari dari Thanawat Dance hadir untuk memberikan dukungan dan ucapan selamat.
Sebuah perjamuan juga diadakan untuk dinikmati semua orang.
Ibu Amsapchan, Thanayarat Phol, mengaku bahwa dia tidak hanya melindungi anaknya, namun juga akan melindungi mereka bertiga.
"Saya akan berusaha melindungi ketiga anak laki-laki itu dan membiarkan mereka hidup bahagia seperti keluarga lainnya,” tuturnya.
Thailand Legalkan Pasangan Sejenis
Diketahui, Kabinet Thailand menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang secara hukum akan mengakui kemitraan sipil sesama jenis.
Hal itu akan menjadikan Thailand negara kedua di Asia dan negara pertama di Asia Tenggara yang melegalkan pasangan sesama jenis hidup bersama.
RUU ini akan memberi hak yang lebih besar kepada pasangan sesama jenis.
Melansir CNN, Kamis, 8 Juli 2020, meski tak menyebut pernikahan sesama jenis, namun RUU Kemitraan Sipil memungkinkan pasangan sesama jenis untuk secara resmi mendaftarkan serikat mereka, sebuah langkah signifikan mengingat Thailand masih terbilang konservatif.
Di bawah RUU ini pasangan sesama jenis boleh mengadopsi anak, mengklaim hak waris, dan bersama-sama mengelola aset, seperti properti.
Ratchada Thanadirek, wakil juru bicara pemerintah, mengatakan RUU ini adalah tonggak sejarah bagi masyarakat Thailand.
Thailand berhasil mempromosikan kesetaraan di antara orang-orang dari semua jenis kelamin.
"RUU Kemitraan Sipil adalah langkah penting bagi masyarakat Thailand dalam mempromosikan hak yang sama dan mendukung hak pasangan sesama jenis untuk membangun keluarga dan hidup sebagai mitra," katanya dalam unggahan Facebook.
RUU tersebut mendefinisikan mitra sipil sebagai pasangan yang lahir dengan jenis kelamin yang sama.
Untuk mendaftar, pasangan harus berusia minimal 17 tahun dan setidaknya salah satu dari pasangan tersebut berkewarganegaraan Thailand.
Mereka yang berusia di bawah 17 harus mendapat izin dari orang tua atau wali sah mereka.
Namun, RUU ini bukan berarti menyetujui pernikahan sesama jenis.
Dan amandemen hukum yang diusulkan tidak memberi pasangan sesama jenis semua hak dan manfaat yang diberikan kepada pasangan menikah.
Komunitas LGBTQ di Thailand mengatakan RUU itu tidak cukup jauh karena kemitraan sipil bukan pernikahan.
"RUU Kemitraan Sipil bukan tonggak untuk kesetaraan gender di Thailand, melainkan hambatan untuk mencapai hak pernikahan untuk semua," kata Tattep Ruangprapaikitseree, aktivis LGBTQ dan Sekretaris Jenderal organisasi pemuda progresif, Free Youth.
Tanwarin Sukkhapisit, pembuat film dan transgender pertama di parlemen di bawah Move Forward Party (MFP), menyebut RUU tersebut tidak termasuk memberikan hak untuk tunjangan pasangan, seperti pembebasan pajak, tunjangan jaminan sosial, dan hak medis.
"Mengapa tidak menyebut semua orang, baik pasangan tradisional maupun nontradisional, sebagai mitra yang sudah menikah, mengapa istilah khusus harus diberikan kepada LGBT sebagai 'mitra sipil'," kata Tanwarin.
MFP berkampanye untuk mengubah UU Perkawinan di Thailand dengan mengubah istilah 'suami dan istri' menjadi 'pasangan menikah' agar menjadi lebih inklusif dari semua identitas gender.
"Ini adalah bentuk lain diskriminasi yang menyamar," kata Tanwarin. "Kami tidak ingin sesuatu yang istimewa, kami hanya ingin diperlakukan seperti orang lain."
Draf RUU masih harus melalui dengar pendapat publik dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Thailand akan merapatkan dan memilihnya.
Jika lolos RUU akan dibawa ke Senat untuk pemungutan suara lain, proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.(Serambinews.com/Kompas.com)
Baca juga: 5 Fakta Wanita Hina Pancasila Ditangkap Polisi, Pernah Injak Merah Putih hingga Diduga Gangguan Jiwa
Baca juga: Militer China Makin Kuat, Ini Deretan Kekuatan Tempur baru Tahun 2021
Baca juga: Ayo Dukung Finalis Putra-Putri Kebudayaan Nusantara asal Aceh Jadi Juara Favorit Medsos
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tiga-pria-di-thailand-memutuskan-untuk-menikah.jpg)