Breaking News:

Berita Banda Aceh

Relawan Satgas Covid-19 Pantau Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Begini Suasana dan Hasilnya

Relawan yang terdiri atas unsur FPRB Aceh dan Kota Banda Aceh, Orari Cabang Kota Banda Aceh, dan Pusaka Aceh itu terjun langsung ke sejumlah sekolah.

DOKUMEN FPRB KOTA BANDA ACEH
Petugas mengecek suhu tubuh murid saat pembelajaran tatap muka hari pertama di salah satu sekolah dasar di Kota Banda Aceh, Senin (4/1/2021) pagi. 

Penggunaan masker juga menjadi kunci utama selama interaksi di sekolah, apalagi dengan penggunaan face shield sebagai proteksi tambahan.

Poster dan materi edukasi penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi dalam bentuk banner juga tampak pada sejumlah sekolah.

Ini menjadi permulaan baik dan sinyal positif betapa pihak sekolah melakukan sejumlah persiapan meliputi pembuatan standar operasional prosedur (SOP) untuk PTM, yakni melengkapi sarana prasarana penunjang prokes, menyesuaikan kurikulum pembelajaran dan sistem belajar, hingga membangun komunikasi dengan komite sekolah serta orang tua/wali siswa.

Namun demikian, masih ada sejumlah catatan pada pemantauan hari pertama penerapan PTM di sekolah oleh relawan Satgas Covid-19 yang perlu menjadi perhatian pihak sekolah dan instansi terkait.

Seperti masih ditemuinya penggunaan masker yang tidak tepat dan tidak sesuai, baik pada siswa, guru, dan orang tua/wali (penggunaan masker terbalik, menggunakan masker berbahan scuba, ukuran masker yang tidak sesuai dan beberapa bahkan tidak ramah anak sehingga tampak kebesaran).

Selain itu tampak jelas baik siswa maupun guru tidak betah menggunakan masker untuk jangka waktu yang panjang, padahal durasi pembelajaran PTM berkisar antara 1,5- 3 jam (PAUD/TK/SD).

Wastafel yang kurang ramah bagi pembelajar usia PAUD/TK, ketiadaan sabun cair, pembuangan limbah cuci tangan yang langsung mengarah ke tanah.

Kemudian, sistem pengawasan penggunaan protokol kesehatan (protkes) secara ketat di sekolah belum optimal karena hanya terfokus pada guru.

Selain itu, kemampuan guru terbatas untuk dapat melakukan pengawasan penggunaan protkes secara ketat karena di waktu bersamaan juga berkonsentrasi untuk mengajar di kelas, termasuk juga untuk pembelajaran daring (bagi siswa yang orangtuanya memilih anaknya tetap mengikuti belajar daring).

Siswa tingkat PAUD/TK juga perlu mendapatkan bantuan untuk penerapan protkes mengingat kemampuan kognitif, motorik, dan psikomotornya masih terbatas. (*)

Penulis: Saifullah
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved