Breaking News:

Opini

BLUD SMK dalam Sebuah Dilema

Mungkin masih terngiang di telinga kita, instruksi Presiden Republik Indonesia beberapa tahun lalu tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan

BLUD SMK dalam Sebuah Dilema
IST
Qusthalani, S.Pd, M.Pd, Guru SMKN 1 Baktiya Aceh Utara

Oleh Qusthalani, S.Pd, M.Pd, Guru SMKN 1 Baktiya Aceh Utara

Mungkin masih terngiang di telinga kita, instruksi Presiden Republik Indonesia beberapa tahun lalu tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tak tanggung-tanggung instruksi Presiden nomor 9 Tahun 2016 itu ditujukan kepada 12 Menteri Kabinet Kerja, termasuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Inti dari Inpres tersebut adalah agar kementerian terkait dan pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk merevitalisasi SMK. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia. Presiden juga menginstruksikan supaya disusun peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada peta jalan pengembangan SMK.

Ini sebagai bukti pemerintah fokus pada keterampilan bekerja. Kunci bagi Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam memenangkan persaingan terletak pada kualitas sumber daya manusianya.

Selain infrastruktur yang telah dibangun dalam empat tahun terakhir, peningkatan kualitas manusia menjadi prasyarat agar Indonesia tidak terjebak dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

Lalu mengapa Presiden begitu antusias terhadap pendidikan vokasi ini? Salah satu jawabannya adalah pemerintah berharap SMK dapat menjadi solusi terhadap beberapa permasalahan yang ada, di antaranya pengangguran di Indonesia saban tahun terus bertambah. Hal ini didasari dari ketidakmampuan keterampilan SDM kita untuk menyaingi persaingan global.

Permasalahan

Dilansir dari situs publikasi BPS (2020) tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia Agustus 2020 sebesar 7,07 persen, meningkat 1,84 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2019.

Penduduk yang bekerja sebanyak 128,45 juta orang, turun sebanyak 0,31 juta orang dari Agustus 2019. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah sektor pertanian (2,23 persen poin).

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor industri pengolahan (1,30 persen poin). Mungkin kita akan berdalih ini adalah penyebab dari pandemi Covid-19. Tapi bisa kita perhatikan jika turun 0,31 juta berati tak jauh beda penduduk yang bekerja di Indonesia.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved