Breaking News:

Suplai Air Lancar, Usman Apresiasi Kerja Wali Kota dan Dirut PDAM

Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Usman SE mengapresiasi kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Zainal Arifin

IST
Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Usman SE 

BANDA ACEH – Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Usman SE mengapresiasi kinerja  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Aminullah  Usman dan Zainal Arifin  serta Dirut PDAM Tirta Daroy T Novizal Aiyub yang  menuntaskan persoalan air di Banda Aceh.

“Saya selaku pimpinan DPRK Banda Aceh memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Dirut PDAM yang berhasil menuntaskan persoalan air bersih pada akhir tahun 2020,” kata Usman di ruang kerjanya, Senin (4/1/2021).

Keberhasilan tersebut, kata Usman, bisa dilihat dari lancarnya distribusi air  bersih ke seluruh pelosok Banda Aceh. Sehingga persoalan air bersih yang selama ini menjadi keluhan utama bagi masyarakat sudah teratasi dengan baik.

Ia juga mengapresiasi Wali Kota Aminullah dan Wakil Wali Kota Zainal Arifi n yang mengoperasikan Booster Pump Reservoir Taman  Sari dan Water Treatment Plant (WTP) milik PDAM Tirta Daroy di Lambaro  yang telah ditingkatkan kapasitas produksinya (uprating) pada Kamis 31 Desember lalu.

Reservoir Taman Sari memiliki daya tampung 3.000 meter kubik dan dilengkapi empat booster pump untuk melayani pendisbutrian air ke 20 ribuan pelanggan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Meuraxa, Baiturrahman, Kuta Raja, dan Jaya  Baru.

Sementara WTP Lambaro telah di- uprating kapasitas produksinya dari 500 menjadi 800 liter per detik. Dengan di- uprating kapasitas produksi air, maka  kualitas airnya semakin bagus dan tekanan pasokan air  menjadi kuat.

Usman menilai, Aminullah dan Zainal Arifi n sudah menunaikan janjinya saat Pilkada pada 2017 silam terkait penuntasan persoalan air di Banda Aceh. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini berharap masyarakat bisa menggunakan air bersih sesuai kebutuhan.

"Kita berharap masyarakat bisa menggunakan air sesuai kebutuhan, tidak membuang air atau menyambung secara ilegal. Kita juga berharap masyarakat membayar iuran air tepat waktu agar tidak terjadi tunggakan,” katanya.

Usman juga mengapresiasi PDAM yang pada tahun 2020 bisa memberikan PAD untuk Pemko Banda Aceh sebesar Rp 2 miliar.  “Kita salut kinerja direktur PDAM yang bekerja tidak mengenal lelah waktu dengan bawahannya. Kadangkadang sampai jam 4 pagi menuntaskan air di Kota Banda Aceh,” ungkapnya.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved