Breaking News:

Berita Banda Aceh

Hingga Tahun 2020, Jumlah Pemilih Aceh Sebanyak 3.544.563

"Berdasarkan hasil pemutakhiran DPB tahun 2020 sebanyak 3.544.563, mengalami kenaikan selisih data pemilih sebanyak 20.789 dari DPT Pemilu 2019...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Komisioner KIP Aceh, Agusni AH. 

"Berdasarkan hasil pemutakhiran DPB tahun 2020 sebanyak 3.544.563, mengalami kenaikan selisih data pemilih sebanyak 20.789 dari DPT Pemilu 2019 sebanyak 3.523.774," kata Komisioner KIP Aceh Agusni AH.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan, Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) sebanyak 3.544.563 jiwa.

Jumlah tersebut bertambah 20.789 jiwa, dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 sebanyak 3.523.774 jiwa.

"Berdasarkan hasil pemutakhiran DPB tahun 2020 sebanyak 3.544.563, mengalami kenaikan selisih data pemilih sebanyak 20.789 dari DPT Pemilu 2019 sebanyak 3.523.774," kata Komisioner KIP Aceh Agusni AH.

Keputusan itu, sudah ditetapkan dalam rapat pleno terbuka penetapan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) IV Periode Desember 2020 KIP Aceh pada Senin (04/01/2021).

Rekapitulasi DPB dibacakan Ketua Divisi Data dan Informasi (DATIN) KIP Aceh, Agusni AH dan diikuti seluruh komisioner lainnya bersama Panwaslih Aceh, pimpinan parpol, DRKA, serta Ketua DATIN, dan Admin/Operator KIP kabupaten/kota se-Aceh secara daring dan luring.

Agusni merincikan, dari 3.544.563 pemilih tersebut,  laki-laki sebanyak 1.746.219 orang dan perempuan sebanyak 1.798.344 orang.

Baca juga: Berkaca Pada Kasus Anna, Anggota DPRA Minta Warga tak Lagi Gunakan Alat Kerja yang Membahayakan

"Data ini sudah final untuk tahun 2020," ujarnya.

Agusni menjelaskan, DPB ini merupakan hasil dari DPT hasil pemilu 2019 lalu, ditambah Data Potensi Pemilih Baru dikurangi Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), hasilnya DPB.

"Ini merupakan data yang dimutakhirkan setiap sebulan sekali di tingkat KIP kabupaten/kota dan 3 bulan sekali ditingkat KIP Aceh," jelasnya.

Pemutakhiran dan penyusunan DPB ini, merupakan amanat UU Nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilu dan PKPU 11 serta perintah surat KPU RI Nomor 181 dan 550 tahun 2020.

"Insya Allah DPB akan terus berlanjut di tahun 2021 ini sekaligus dijadikan sebagai data pemilih manakala Pilkada 2022," ungkapnya.

Terkait dengan jadwal Pilkada Aceh, Agusni mengatakan, KIP Aceh sedang menunggu hasil konsultasi dan koordinasi serta konsolidasi KPU RI dengan Mendagri dan Komisi II DPR RI serta para stakeholder lainnya.

Apabila Pilkada Aceh dilaksanan tahun 2022, maka tahapan sudah harus dimulai pada April 2021.

Apakah KIP Aceh sudah memiliki anggaran?

"Berdasarkan pengakuan Pemerintah Aceh, bahwa anggaran pilkada sudah disediakan," pungkasnya. (*)

Baca juga: VIDEO - Raja Malaysia Kemudikan Mobil TEROBOS BANJIR yang Menutupi Badan Jalan



  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved