Minggu, 3 Mei 2026

Kerinduan Terhadap Guru Terhalang Kesiapan Sekolah

Lama tak terpakai, seragamnya terlihat menyempit lantaran selama tujuh bulan sejak dibeli orang tuanya, tubuh Fatih mulai bongsor

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Siswa SD Negeri 1 Ketapang Indah, Singkil Utara, duduk di pilar depan pintu gerbang sekolah, Selasa (5/1/2021). 

* Kisah Murid SD di Singkil Jelang Belajar Tatap Muka

Selasa (5/1/2021) pukul 6.45 WIB, Fatih, murid kelas 1 SD Negeri Ketapang Indah, Singkil Utara, Aceh Singkil, telah mengenakan seragam rapi. Seragam itu baru dua kali ia kenakan sejak dibeli awal tahun 2020 lalu.

Pertama, saat foto untuk keperluan kelengkapan administrasi masuk sekolah, dan kali kedua saat hendak masuk sekolah, Selasa (5/1/2021).

Lama tak terpakai, seragamnya terlihat menyempit lantaran selama tujuh bulan sejak dibeli orang tuanya, tubuh Fatih mulai bongsor.

Fatih tampak semangat untuk segera berangkat ke sekolah. Sarapan pagi pun diminta dimasukkan ke dalam tas sekolah. Maklum, baru masuk sekolah, terpancar kekhawatiran terlambat yang bisa jadi penyebab kesulitan mencari tempat duduk di posisi yang disukai. Ibunya yang mengantar, segera mengajaknya berangkat tepat pukul 7.00 WIB.

Hal serupa juga dilakukan Kia, tetangga Fatih, yang sama-sama murid kelas 1 SD. Sayang, antusiasme kedua murid tersebut pupus saat mengetahui pagar sekolahnya masih tutup. Mereka pun pilih kembali ke rumah.

Pukul 8.08 WIB, Serambi mendatangi sekolah di pinggir jalan utama Singkil-Singkil Utara itu. Di sekolah, tampak puluhan siswa berkumpul di halaman dan sebagian lagi duduk di pilar pintu gerbang masuk sekolah.

Di sekolah terlihat ada satu guru perempuan. Sementara tenaga pendidik dan kependidikan sekolah belum terlihat. Sang ibu guru yang seorang diri harus meladeni pertanyaan proses belajar mengajar tatap muka dilaksanakan atau tidak. Kondisi serupa juga terjadi dengan sejumlah sekolah lain di Singkil Utara dan Singkil. Banyak sekolah yang belum siap melaksanakan proses belajar mengajar. Kondisi itu membuat kerinduan siswa untuk belajar tatap muka dengan sang guru tak terkabulkan.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil, M Najur, menyesalkan tidak siapnya pihak sekolah melaksanakan belajar tatap muka. Menurutnya, kerinduan guru, kepala sekolah, lebih-lebih orang tua dan murid untuk tatap muka terwujud sudah setelah Bupati Aceh Singkil, memberikan persetujuan belajar mengajar tatap muka.

"Di saat siswa dan orang tua antusias, ada sekolah yang belum buka pintu pagarnya," ujar Najur.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil Khalilullah, mengatakan, menindaklanjuti informasi ada sekolah belum melaksanakan proses belajar tatap muka, pihaknya langsung mendata ke lapangan.

Semoga kerinduan siswa Aceh Singkil untuk belajar tatap muka dengan sang guru lekas terobati.(de)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved