Breaking News:

Internasional

Seluruh Gubernur AS Berebut Mempercepat Vaksin Covid-19 Bagi Warganya

Para gubernur di seluruh negara bagian AS berebut mempercepat vaksin Covid-19 bagi warganya. Seperti yang diperlihatkan Gubernur New York

AP
Gubernur California, Gavin Newsom memegang botol vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech di Kaiser Permanente Los Angeles Medical Center pada 14 Desember 2020. 

Gubernur Maryland Larry Hogan juga memperingatkan, fasilitas apapun yang belum memberikan 75% dari dosis pertamanya mungkin akan mengurangi alokasi di masa depan.

Sampai mereka dapat mempercepat vaksinasi.

Baca juga: Wanita Lansia New Orleans Disuntik Vaksin Covid-19, Serukan Warga Ikuti Jejaknya

Sementara sekitar 270.000 dosis telah diberikan langsung ke tangan para pemberi vaksin garis depan di negara bagian itu selama tiga minggu terakhir.

Hogan mengatakan hanya sekitar 77.000 orang yang telah divaksinasi pada Selasa (5/1/2021) atau sekitar 1,3% dari populasi negara bagian itu.

Gubernur Henry McMaster dari South Carolina memperingatkan petugas kesehatan akan kehilangan tempat jika tidak bergerak cepat untuk mendapatkan suntikan.

Hingga Senin (4/1/2021), negara bagian ini telah membagikan kurang dari setengah jatah awal vaksin Pfizer kepada sekitar 43.000 orang.

Di California, di mana hanya 1% dari populasinya yang telah divaksinasi, Gubernur Gavin Newsom mengatakan ingin memberikan fleksibilitas.

Memberikan suntikan kepada orang-orang yang tidak ada dalam daftar prioritas jika dosisnya terancam terbuang percuma.

Walikota New York Bill de Blasio mengatakan sudah waktunya untuk memperluas kelayakan untuk menyertakan orang-orang yang berusia lebih dari 75 tahun dan pekerja penting.

Baca juga: Polda Aceh Amankan Pendistribusian Vaksin Covid-19, Dijaga Ketat Personel Operasi Aman Nusa

Seperti petugas polisi dan petugas pemadam kebakaran agar segala sesuatunya bergerak.

“Beri mereka kebebasan untuk memvaksinasi dan mereka akan memvaksinasi ribuan, lalu puluhan ribu, lalu ratusan ribu, lalu jutaan,” kata de Blasio.

“Yang tidak mereka butuhkan adalah dipermalukan," tambahnya.

"Yang tidak kami butuhkan adalah lebih banyak birokrasi dan ancaman denda," ujarnya.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved