Breaking News:

Salam

Masyarakat Harus Paham Betul Manfaat Vaksinasi

Sebanyak 14.000 dosis vaksin Sinovac pencegah virus Corona, dua hari lalu, sudah tiba di Banda Aceh yang dikirim melalui Bandara Internasional

For Serambinews.com
Personel menjaga ketat Vaksin Sinovac untuk Covid-19 yang disimpan di gudang Dinas Kesehatan Aceh di Desa Geuce Kaye Jato, Banda Aceh, Rabu (6/1/2021). 

Sebanyak 14.000 dosis vaksin Sinovac pencegah virus Corona, dua hari lalu, sudah tiba di Banda Aceh yang dikirim melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. Delapan boks yang berisi 14 ribu dosis vaksin tersebut akan diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan medis yang tersebar di seluruh Aceh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Iman Murahman, menjelaskan, untuk tahap awal Aceh dijatah sebanyak 27.880 dosis vaksin. Yang baru diterima setengahnya. “Nanti setelah ini didistribusikan, akan kita terima sisanya. Untuk tahap awal, sasaran vaksin ini dikhususkan kepada tenaga kesehatan yang berpotensi terdampak Covid-19,” ungkap Iman.

Dinas Kesehatan Aceh sudah mendata kebutuhan vaksin bagi seluruh tenaga kesehatan dan tim medis di Tanah Rencong.Tenaga kesehatan dan tim medis Aceh berjumlah 60.000 orang. Kalau untuk seluruh masyarakat Aceh, jumlahnya 3,3 juta jiwa. Untuk memenuhi seluruh vaksinasi masyarakat Aceh membutuhkan 6,6 juta dosis vaksin. “Setiap orang dua dosis. Pemberian pertama dan kedua selisih waktunya dua minggu,” katanya.

Terkait vaksinasi ini, kendala pemerintah adalah adalah keberterimaan masyarakat yang belum merata. Apalagi, berita-berita hoax yang menggambarkan seolah-olah vaksin itu dapat menimbulkan efek-efek tertentu sangat ramai beredar di dunia maya, terutama di grup-grup media sosial.

Agar pelaksanaan vaksinasi di Aceh bisa berjalan lancar, Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani, meminta Pemerintah Aceh menggandeng Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dalam menyosialisasikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat Aceh lebih yakin bahwa program ini bertujuan meningkatkan kekebalan tubuh dalam rangka mencegah penularan Covid-19 yang sampai sekarang belum berakhir. "Yang paling penting, Pemerintah Aceh harus memastikan vaksin tersebut halal, aman, dan nyaman. Karena itu, peran ulama di Aceh sangat penting dalam menyukseskan agenda vaksinasi untuk mengakhiri pandemi Covid-19," kata Falevi.

Diyakini, keterlibatan berbagai pihak akan menambah kepercayaan masyarakat Aceh terhadap vaksinasi Covid-19. Pemerintah, juga perlu menjelaskan bagaimana proses kerja vaksin dan efek samping yang akan dialami penerima vaksin.

Salah satu upaya meyakinkan masyarakat bahwa Sinovac aman bagi masyarakat, Presiden Joko Widodo menegaskan dirinya akan menjadi penerima pertama vaksinasi Covid-19. “Saya ingin menegaskan, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali.”

Presiden mengatakan keputusannya menjadi orang pertama yang divaksin Sinovac untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang akan digunakan benar-benar aman.

Presiden pun sudah berulang-ulang mengumumkan bahwa veksinasi itu gratis. Kebijakan ini selain mendengar suara publik juga dipengaruhi keputusan sejumlah kepala negara, khususnya negara maju yang mengalokasikan anggaran penuh bagi ketersediaan vaksin C0vid-19 gratis bagi warga negaranya. Dan, pemerintah pusat pun  sudah menjamin seluruh warga negara akan kebagian dua dosis setiap orang. “Diberikan gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa biaya sama sekali.”

Kita berharap vaksin Sinovac benar-benar yang terbaik seperti diketakan pemerintah. Dan, kita juga sependapat dengan banyak orang yang mengingatkan pemerintah bahwa vaksinasi itu bukan hanya gratis, tapi juga menjamin keselamatan penerimanya, terutama bagi golongan berisiko.

Selain itu, kita juga ingin mengingatkan, bahwa vaksinasi saja belum cukup, sebab masyarakat juga masih harus patuh pada protokol kesehatan sebagai upaya lain dalam mencegah penularan viris Corona. Artinya, semua upaya pencegahan, mulai patuh pada protokol kesehatan, menerima vaksin dua kali, hingga menjaga kesehatan tubuh, tidak boleh kita abaikan. Apalagi, seperti perkembangan terbaru mengebarkan virus Corona itu sudah muncul dalam varian baru yang lebih ganas. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved