Breaking News:

Airlangga Minta Masyarakat Tidak Panik

Pemerintah mengganti istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali

Editor: bakri
TRIBUN/DANY PERMANA
Tangkapan layar Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-KEN Airlangga Hartarto saat memberikan tanggapan dalam pertemuan virtual dengan jajaran petinggi Tribun Network se-Indonesia, Jakarta, Kamis (7/1/2021). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

* PPKM Bukan Pelarangan, Tapi Pembatasan

JAKARTA - Pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat di sebagian wilayah Jawa dan Bali. Pemerintah mengganti istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang berlaku selama dua pekan pada 11-25 Januari 2021. Menurut Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, PPKM bukanlah penghentian kegiatan masyarakat, namun hanya pembatasan. Karena yang diterapkan adalah pembatasan dan bukan pelarangan, Airlangga meminta masyarakat tidak panik. ”Karena ini bukan pelarangan kegiatan, maka masyarakat jangan panik,” ujarnya.

Airlangga mengatakan, sektor-sektor esensial masih dapat beroperasi, di antaranya sektor kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan IT, kegiatan Industri kegiatan logistik, kegiatan perhotelan, utilitas publik. ”Sementara kegiatan yang berisiko (penularan) dibatasi. Misalnya mall dan restoran dibatasi hingga jam 7 malam, perkantoran WFH 75 persen, kapasitas dine in dibatasi 25 persen," kata Airlangga saat melakukan audiensi bersama Tribun Network, Kamis (7/1/2021).

Pembatasan kegiatan tersebut, menurut Airlangga, terpaksa dilakukan untuk menekan laju kasus Covid-19 yang melonjak pada Desember 2020 dan Januari 2021. Lonjakan kasus Covid-19 mencapai 58 persen bila dihitung dari November tahun lalu. Laju kenaikan kasus tersebut menyebabkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit (RS) meningkat. ”Kita lihat di bulan November jumlah kasus per minggu bertambah 48.434. Tapi, di bulan Januari sudah meningkat menjadi 51.986 kasus," ujarnya.

Airlangga menerangkan, PPKM berlaku di 23 kabupaten/kota dan DKI Jakarta. Ia memaparkan beberapa parameter untuk PPKM tersebut. “Parameternya yaitu kasus aktif, tingkat kematian, tingkat kesembuhan dan tingkat keterisian rumah sakit yang menjadi prioritas untuk pengendalian covid-19 di wilayah tersebut,” rinci Airlangga.

Airlangga mengatakan, pemberlakuan PPKM di sejumlah wilayah karena daerah tersebut mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Namun, di sisi lain juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah memandang perlu untuk segera dilakukan upaya pengendalian Covid-19 dengan tetap menjaga pemulihan ekonominya.

Adapun daerah yang akan menerapkan PKMM yakni seluruh DKI Jakarta, sementara  untuk Jawa Barat yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi. Lalu Banten yakni Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan. "Jabar (Jawa Barat) di luar Jabodetabek adalah Kota dan Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Cimahi," katanya. Di Jawa Tengah yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya. Di Yogyakarta yakni Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo. Jawa Timur yakni Malang Raya dan Surabaya Raya. Kemudian Bali yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Airlangga mengatakan, kepala daerah yang menerapkan PPKM akan mengeluarkan surat edaran dalam dua hari ke depan seperti yang sudah dilakukan Gubernur Bali, I Wayan Koster. "Gubernur Bali sudah mengeluarkan surat edaran dan gubernur yang lain nanti dalam 2 hari ini juga akan menyiapkan surat edaran atau pergubnya. Sehingga pada tanggal 11 sampai 25 nanti akan dilakukan pembatasan secara terbatas," kata Airlangga.

Meski ada pembatasan, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif di 2021. Menurutnya, sejumlah indikator menunjukan adanya perbaikan perekonomian nasional. Misalnya purchasing managers' index (PMI) manufaktur (PMI) Indonesia sudah mencapai 51,3. Selain itu, nilai tukar rupiah meningkat ke Rp 13,899. "Ini lebih tinggi daripada, lebih baik daripada precovid di bulan Januari (2020) lalu," kata Airlangga.

Tidak hanya itu, Airlangga mengatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 6.105. Karena itu, ia yakin bahwa pertumbuhan ekonomi akan tumbuh pada kisaran 5 persen. "Kami cukup optimis dan proyeksi sampai akhir tahun itu di kisaran 5 persen," ujar Airlangga Hartarto yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Kondisi ekonomi Indonesia, menurutnya, juga sudah mampu melewati rock bottom pada kuartal kedua tahun 2020, yakni -5,32 persen. Sementara pada kuartal ketiga (Q3) sudah menunjukkan tren positif yaitu -3,49 persen. Diperkirakan sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi minus 2,2 hingga minus 0,9. "Namun kita melihat di Januari ini atau sepanjang tahun 2021, APBN kita didesain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di angka 5 persen,” kata Airlangga.

Airlangga juga berharap vaksin Covid-19 dapat menjadi salah satu game changer atau membawa perubahan positif yang akan mewujudkan target perekonomian Indonesia mencapai 4,5 hingga 5 persen pada tahun 2021. (tribun network/fik/dns/dod)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved