Breaking News:

Kabar Bireuen

Penetapan Sekda Bireuen Berdasarkan  Seleksi Bertahap, Ini Penjelasan BKPSDM

Hasil seleksi yang digelar panitia, Ibrahim Ahmad mendapatkan nilai 32,44, Hanafiah memperoleh 24,59 dan Amir Addani memperoleh 24,59.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Ir Ibrahim Ahmad MSi 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Penetapan Sekda Bireuen oleh Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah berdasarkan hasil seleksi dan nilai yang mereka peroleh dalam beberapa tahap  baik dilakukan oleh tim seleksi  tim panitia seleksi maupun penilaian melalui metode sosiometri.

Kepala  BKPSDM Bireuen, Mawardi SSTP MSi kepada Serambinews.com, Jumat (08/01/2021) menjelaskan, calon Sekda  selain mengikuti seleksi tim pansel juga dilakukan uji kelayakan melalui metode sosiometri dimana Bupati Bireuen menyiapkan kuesioner yang dibagikan kepada seluruh SKPK dan kepala bagian untuk saling menilai satu sama lain rekan kerja juga menilai calon Sekda. 

Hasil diperoleh dari metode tersebut, Ibrahim Ahmad mendapatkan nilai 32,44, Hanafiah memperoleh 24,59  dan Amir Addani memperoleh 24,59.

Selain itu dilakukan  penilaian dengan lima indikator yaitu inovasi, integritas, kemampuan mengelola keuangan, fokus pada pemangku kepentingan serta mengelola keberagamaan, terhadap penilaian tersebut Ibrahim Ahmad mendapatkan nilai 54,96,  Amir Addani mendapatkan nilai 51,48 dan Hanafiah mendapat nilai 50,64.

Akhirnya, hasil penilaian tersebut diserahkan ke KASN kemudian dikirim ke  Gubernur Aceh dan akhirnya dengan penilaian yang kualitatif, kompetitif, komprehensif ditetapkanlah Ir Ibrahim Ahmad Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Bireuen sebagai Sekdakab Bireuen.

Data diperoleh Serambinews.com, Ibrahim Ahmad   MSi seorang pejabat PNS tahun 1994   awalnya sebagai staf di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Utara, tahun 1995-2000 menjabat sejumlah jabatan di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura di Pemkab Aceh Utara.

Ketika pemekaran Bireuen, Ibrahim Ahmad tahun 2001 pulang ke Bireuen menjadi Kabid Perencanaan I di Bappeda Bireuen, kemudian tahun 2003 sebagai  Kasubbit Koperasi dan Dunia Usaha, Bappeda Bireuen.

Seterusnya  Kasubag Pelaporan, Bagian Ekonomi Sekdakab Bireuen (2004), Kabag Pembangunan Setdakab Bireuen ( 2005),  Kepala Kantor Pertambangan dan Lingkungan Hidup, Bireuen ( 2007),  Sekretaris Dinas Pengairan dan Pertambangan (2008).

Kemudian, Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Komunikasi dan Informatika Bireuen (2010),  Staf ahli bidang kesejahteraan dan peningkatan SDM Sekdakab Bireuen (2011). Selanjutnya, Kepala Bappeda Bireuen (2012-2018), terakhir sebagai Asisten Pembangunan dan Perekonomian.(*)

Baca juga: Lowongan Kerja Bank BCA untuk S1 Fresh Graduate, Tersedia 6 Posisi, Cek Cara Daftarnya

Baca juga: Sepmor Tabrak Tronton di Pinggir Jalan, Pemuda Lhokseumawe Meninggal di Langsa

Baca juga: Butiran Emas di Sungai Alas Berasal dari Pelapukan Batuan Intrusi

Baca juga: BPBA Rilis Update Banjir Aceh Timur, 56 Desa Terendam, Korban Terdampak 4.779 Jiwa, Dua Meninggal

Baca juga: Syok Dengar Kabar Suami Bunuh Diri, Pengantin Wanita Ini Ikut Terjun dari Balkon

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved