Breaking News:

Internasional

Washington Gelisah, Terbangun dari Mimpi Buruk, Ulah Trump Ciptakan Ketakutan

Warga Washington tetap gelisah pada Kamis (7/1/2021) terbangun dari mimpi buruk. Realitas politik yang berubah yang menyebabkan banyak orang menilai

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasukan Garda Nasional AS melakukan pengawasan di depan Gedung DPR AS, Washington DC, Jumat (8/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Warga Washington tetap gelisah pada Kamis (7/1/2021) terbangun dari mimpi buruk.

Realitas politik yang berubah yang menyebabkan banyak orang menilai kembali masa depan.

Saat puing-puing disapu, bisnis dan etalase toko tetap ditutup, ribuan pasukan Garda Nasional mulai menyebar di sekitar kota, dan beberapa demonstran ditangkap.

Di tengah pengawasan atas gangguan keamanan, kepala Polisi Capitol dan sersan Senat mengundurkan diri.

Fokus utamanya, bagaimanapun, adalah pada Presiden AS Donald Trump.

Pelosi dan Senator Chuck Schumer dari New York, pemimpin Demokrat, meminta Pence dan Kabinet untuk meminta Amandemen ke-25.

Baca juga: Partai Demokrat Ancam Dakwa Trump Sebagai Dalang Kerusuhan Capitol AS, Jika Tolak Mundur Segera

Tetapi setelah wakil presiden menolak menerima panggilan telepon mereka, Pelosi mengatakan kepada wartawan akan mengejar impeachment jika dia tidak bertindak.

"Meskipun hanya tersisa 13 hari, hari apa pun bisa menjadi pertunjukan horor bagi Amerika," kata Pelosi, menyebut tindakan Trump Rabu sebagai tindakan menghasut.

"Presiden ini seharusnya tidak menjabat satu hari lagi," kata Schumer, yang akan menjadi pemimpin mayoritas dengan kursi dua Demokrat terpilih untuk Senat di Georgia minggu ini.

Kemudian, pelantikan Wakil Presiden terpilih Kamala Harris sebagai pemecah kebuntuan.

Biden tidak akan membahas apakah Trump harus tetap menjabat, tetapi menyebut sebagai salah satu hari paling gelap dalam sejarah AS.

"Saya berharap, tidak melihatnya datang," katanya.

“Tapi itu tidak benar, kami bisa melihatnya datang," ujar Biden.

Bahkan para pembantu Trump diam-diam membahas di antara mereka sendiri kemungkinan menerapkan Amandemen ke-25.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved