Breaking News:

Berita Luar Negeri

Seorang Pria Gali Kuburan Untuk Mencari Harta Karun, Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Seorang Pria Gali Kuburan Untuk Mencari Harta Karun, Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara. Pria tersebut ditahan oleh petugas

Editor: Muhammad Hadi
(AP/NATIONAL PARK SERVICE)
Seorang pria Utah telah mengaku bersalah setelah pihak berwenang mengatakan dia tertangkap sedang menggali di permakaman Taman Nasional Yellowstone untuk mencari harta karun. 

SERAMBINEWS.COM - Seorang Pria Gali Kuburan Untuk Mencari Harta Karun, Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Seorang pria mengaku bersalah setelah pihak berwenang memergokinya sedang meng gali kuburan di Taman Permakaman Nasional Yellowstone, Cheyenne, Wyoming, AS, untuk mencari harta karun.

Melansir Associated Press (AP), Rodrick Dow Craythorn (52) dari Syracuse, Utah, mengajukan permohonannya pada Senin di Pengadilan Distrik AS di Casper karena secara ilegal menggali, merusak, dan memperdagangkan sumber daya arkeologi properti federal.

Dia bisa menghadapi hukuman 12 tahun penjara dan denda 270.000 dollar AS (Rp 3,8 miliar) ketika dijatuhi hukuman pada 17 Maret mendatang.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Polisi yang Ambil Kamera CCTV di Lokasi Penembakan Anggota Laskar FPI

Craythorn sedang mencari peti harta karun berisi koin, emas, dan barang berharga lainnya yang ditinggalkan di pedalaman satu dekade lalu oleh Santa Fe, New Mexico.

Santa Fe merupakan pedagang seni dan barang antik Forrest Fenn, yang menerbitkan sebuah buku dengan puisi yang berisi petunjuk ke mana harta itu berada dan bisa ditemukan.

Craythorn telah merusak properti senilai lebih dari 1.000 dollar AS dengan menggali di Permakaman Fort Yellowstone antara 1 Oktober 2019 sampai 24 Mei 2020, kata jaksa penuntut.

"Perburuan harta karun Forrest Fenn sering dipandang sebagai pengalihan yang tidak berbahaya, tetapi dalam kasus ini menyebabkan kerusakan substansial pada sumber daya publik yang penting," kata Jaksa Wyoming AS Mark Klaassen pada Selasa.

Baca juga: Wanita Ini Telpon Polisi Setelah Jumpa Jari Kaki Manusia Tertanam di Lumpur, Ini Faktanya

Pengacara Craythorn, Christopher Humphrey dari Cheyenne, tidak segera membalas pesan telepon pada Selasa untuk dimintai keterangan.

Fenn, sang pedagang seni dan barang antik, meninggal pada usia 90 pada bulan September, tiga bulan setelah mengumumkan bahwa harta karun telah ditemukan.

Seorang cucu Fenn yang dikonfirmasi pada bulan Desember mengatakan bahwa penemunya adalah Jonathan “Jack” Stuef (32), seorang mahasiswa kedokteran dari Michigan.

Baca juga: Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 12, Login www.prakerja.go.id

Fenn mengatakan sebelum kematiannya bahwa harta karun itu ada di Wyoming, AS, tetapi baik Stuef maupun kerabat Fenn tidak mengatakan di mana lokasinya secara spesifik.

Fenn selama bertahun-tahun mengisyaratkan bahwa harta karun itu, yang diperkirakan bernilai setidaknya 1 juta dollar AS, berada di utara Santa Fe di Pegunungan Rocky di New Mexico, Colorado, Wyoming, atau Montana.

Beberapa orang yang mencari harta karun itu bahkan harus diselamatkan dari misi pencarian mereka, dengan enam orang di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: BERITA POPULER - Perawat Putus Tangan di Abdya, Pria Dipergoki Mesum hingga Pasangan Gay Digerebek

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gali Kuburan demi Dapatkan Harta Karun, Pria Ini Ditahan",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved