Breaking News:

Berita Abdya

Hampir Tak Ada Pengunjung PPI Ujong Serangga yang Pakai Masker, Kerumunan Terjadi Setiap Pagi

Kesadaran pengunjung PPI Ujong Serangga, baik warga maupun pedagang ikan untuk memakai masker sangatlah rendah.

Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Pengunjung terdiri dari warga, pedagang ikan dan nelayan berkerumun di lokasi pantai PPI Ujong Serangga, Desa Padang Baru, Susoh, Abdya, Minggu (10/1/2021) pagi. Umumnya mereka mengabaikan ketentuan memakai masker di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE – Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga di Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh, dikenal sebagai pelabuhan padat aktivitas para nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya ( Abdya).

Lokasi dengan aktivitas yang sangat padat, maka peristiwa terjadi kerumunan warga sulit dicegah. Setiap pagi, kecuali hari Jumat, Pantai Ujong Serangga, berjarak sekitar 4 Km dari Kota Blangpidie, dipadati warga, terutama dari Kecamatan Susoh dan Kecamatan Blangpidie untuk membeli ikan basah kualitas terbaik.

Warga, baik kaum bapak dan ibu ‘berebut atau berlomba’ dengan para pedagang ikan (mugee eungkoet) menawarkan harga ikan basah beragam jenis yang baru didaratkan para awak nelayan.   

Pantauan Serambinews.com selama dua hari terakhir, Sabtu-Minggu (9-11/1/2021), dermaga PPI Ujong Serangga dan hamparan pantai terbuka berdekatan dengan bangunan tempat pelelangan ikan, benar-benan, disesaki warga dan pedagang ikan.

Terlebih lagi  Sabtu dan Minggu merupakan hari libur kerja sehingga warga, para PNS tumpah menuju kawasan Pantai Ujong Serangga pada pagi hari untuk membeli ikan. Pantai Samudera Hindia di lokasi ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di  Kabupaten Abdya.

Pengunjung yang demikian padat disebabkan banyak warga mencari ikan untuk menu sajian kenduri maulid. Sayangnya, kesadaran para pengunjung, baik warga maupun pedagang ikan untuk memakai masker sangatlah rendah, itu pun kalau tidak mau disebut tidak sama sekali.

Kalau pun ada yang disiplin melaksanakan protokol kesehatan (protkes) hanya beberapa pengunjung dari warga pembeli ikan, itu pun jumlahnya bisa dihitung dengan jari tangan. Dan, masker yang dipakaipun tidak sesuai ketentuan.

Beberapa pedagang ikan yang ditanya, kenapa tidak memakai masker mengaku lupa atau tinggal di rumah. “(Masker) tinggal di rumah, kemarin ada saya pakai,” kata salah seorang pedagang ikan. Pedagang lain, malah tersenyum ketika ditanya, alasan tidak tidak memakai masker.                   

Sedangkan awak nelayan mengabaikan ketentuan melaksanakan  protkes di tengah Pandemi Covid-19 alias tak pakai masker. Petugas gabungan dari unsur Satpol PP dan WH, BPBK serta TNI/Polri setempat sudah berulang datang ke lokasi, mengimbau pengunjung agar senantiasa memakai masker.  

Imbauan serupa juga datang dari petugas Kecamatan Susoh, termasuk memasang spanduk di kawasan tersebut yang isinya agar pengunjung disiplin melaksanakan protkes. Petugas gabungan juga gencar melaksanakan razia penegakan disiplin protekes di berapa titik lokasi.

Personel dari Polres Abdya juga aktif melakukan imbauan secara keliling menggunakan mobil sampai ke lokasi PPI Ujong Serangga untuk mengajak masyarakat memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan sering mencuci tangan dengan sabun  guna mencegah penyebaran Covid-19.      

Hasilnya, belum sebagaimana diharapkan. Umumnya  pengujung  pelabuhan pendaratan ikan itu, masih saja mengabaikan protkes, yaitu tidak memakai masker, berkurumun atau tidak menjaga jarak.       

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Abdya, Safliati SST MKes, juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Abdya, menjelaskan, daerah terdiri sembilan kecamatan itu masuk zona kuning (risiko rendah) penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved