Breaking News:

Berita Banda Aceh

Gubernur Aceh Larang ASN dan Tenaga Kontrak Selenggarakan dan Menghadiri Pesta Pernikahan

Instruksi ini ditujukan untuk kalangan terbatas, yakni para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), ASN, serta para tenaga kontrak di lingkungan Pe

SERAMBINEWS.COM/Handover
Muhammad Iswanto, S.STP, MM, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh. 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengeluarkan Instruksi Nomor 01 Tahun 2021 yang berisi larangan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Aceh untuk menyelenggarakan dan/atau menghadiri kegiatan pernikahan dan sejenisnya yang dapat menimbulkan kerumunan dalam bentuk pengumpulan massa.

Instruksi tersebut ditetapkan di Banda Aceh tanggal 11 Januari 2021.

Instruksi ini ditujukan untuk kalangan terbatas, yakni para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), ASN, serta para tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam konsideran instruksi tersebut dinyatakan bahwa larangan dimaksud dilakukan dalam rangka pengendalian peningkatan penyebaran Covid-19 dan mencermati munculnya varian baru pandemi Covid-19 di beberapa negara, serta menindaklanjuti diktum kedelapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19.

Gubernur meminta para kepala SKPA, ASN, dan tenaga kontrak untuk melaksanakan instruksi tersebut dengan penuh tanggung jawab.

Bagi kepala SKPA, ASN, dan tenaga kontrak yang melanggar ketentuan tersebut, akan diberikan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Baca juga: 26 ASN Kemenag Aceh Timur Dianugerahi Penghargaan

Baca juga: 53 ASN Jajaran Kemenag Aceh Besar Terima Penghargaan, Termasuk Abrar Zym dan Khalid Wardana

Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto yang dikonfirmasi Serambinews.com Senin siang, instruksi itu juga didasari atas meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mingguan sebanyak tiga kali lipat seusai libur akhir tahun.

Ia rincikan, pada minggu lalu, periode 28 Desember 2020- 26 Januari 2021, penambahan jumlah kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh sebanyak 52 orang, sembuh 113 orang, dan kasus meningggal dunia 11 orang.

Sedangkan pada minggu ini, periode 4-10 Januari 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat menjadi 146 orang, penderita yang sembuh 80 orang, dan tujuh orang meninggal dunia.

Menanjaknya angka tersebut, kata Iswanto, membuat Pemerintah Aceh kemudian mengeluarkan surat larangan yang tertuang dalam Surat Instruksi Gubernur Aceh Nomor 01/INSTR/2021 tentang larangan menyelenggarakan kegiatan pernikahan/perkawinan dan sejenisnya yang menimbulkan kerumunan massa.

Surat instruksi itu diterbitkan dan ditandatangani langsung oleh Gubernur Nova Iriansyah pada 11 Januari 2021.

Iswanto menuturkan, penyebaran penularan Covid-19 dunia kian mengkhawatirkan dan meningkat, seperti di Jepang dan beberapa negara di Eropa.

Bahkan sejumlah negara tersebut mulai memberlakukan lockdown. Begitupun dengan Ibu Kota Jakarta, angka kasusnya kian meningkat.

"Karena itulah, instruksi ini berlaku sebagai upaya untuk menanggulangi dan mencegah Aceh dari gelombang baru penularan Covid-19," demikian Iswanto. (*)

Baca juga: VIRAL Tujuh Tahun Bersama dan Rencana Menikah, Takdir Berkata Lain Pemuda Dijemput Ajal

Baca juga: Digugat Cerai Istri Tua, Kiwil Pasrah dan Serahkan Semua Keputusan pada Rohimah

Baca juga: Salep ‘Makwa’ Racikan Bupati Abdya, Sembuhkan Stroke sampai Orang Gila

Penulis: Yarmen Dinamika
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved