Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

DPK Belum Dipindah ke Syariah

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh menyatakan, sebagian lembaga keuangan, terutama nonbank masih ada yang belum

SERAMBI/HENDRI
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Yusri (tengah) pada saat foto bersama dengan Pemimpin Umum serambi Indonesia, Sjamsul Kahar (ketiga dari kanan) yang didampingi oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia,Mohd Din (ketiga dari kiri), News Manajer Bukhari M Ali (kedua kiri) dalam kunjungan silaturahmi ke kantor Harian Serambi Indonesia di Jl. Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang, Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (11/1/2021). 

BANDA ACEH - Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh menyatakan, sebagian lembaga keuangan, terutama nonbank masih ada yang belum mengkonversikan jenis usahanya ke syariah.

Lembaga itu terdiri dari 4 bank umum, 4 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), 24 asuransi, dan 18 perusahaan pembiayaan.

Disamping itu, ada juga lembaga keuangan yang sedang dalam proses konversi ke syariah, yaitu 7 bank umum, 1 BPR, 5 asuransi, dan 6 perusahaan pembiayaan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala OJK Aceh, Yusri, menyampaikan secara bank hampir semua konversi ke syariah, kecuali yang tidak ada unit syariahnya maka operasional banknya di Aceh ditutup.

Sementara lembaga keuangan yang ada unit syariahnya, maka dikonversi ke syariah.

Sedangkan konvensionalnya ditutup.

“Sesuai keterangan dari masing-masing pimpinan lembaga keuangan memberitahukan bahwa proses konversi atau migrasi data dari konvensional ke syariah akan selesai paling lambat 31 Desember 2021. Hal yang menjadi kendala besar saat ini adalah belum dapat dipindahkannya dana pihak ketiga (DPK) masyarakat dari konvensional ke syariah. Hampir 60 persen sekarang DPK itu belum mau dipindahkan ke syariah,” kata Yusri, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Senin (11/1/2021).

Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Kepala OJK Aceh langsung diterima oleh Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, News Manager, Bukhari M Ali, dan sejumlah manager lainnya.

Yusri menambahkan, belum dapat dipindahkannya dana DPK tersebut karena masyarakat belum paham kewajiban qanun, dan merasa masih butuh dan ketergantungan dengan konvensional, dan menginginkan mempunyai dua rekening (konvensional dan syariah).

“Selain itu, yang menjadi PR besar lainnya bagi bank adalah pemindahan portofolio kredit ke syariah baru dapaat dilakukan hanya nyg berkolektibiltas 1 (lancar), sedangkan lainnya masih harus diselesaikan hingga lancar terlebih dahulu, baru kemudian dapat dipindahkan,” sebutnya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved