Breaking News:

Internasional

Iran Serahkan Masalah Kapal Korea Selatan ke Pengadilan, Minta Aset Rp 99 Triliun Dicairkan

Pemerintah Iran mengatakan kepada delegasi Korea Selatan, kapalnya sudah diserahkan ke pengadilan. Delegasi Korsel datang pada Senin (11/1/2021)

AFP
Kapal tanker berbendera Korea Selatan yang disita dikawal oleh Pengawal Revolusi Iran di Teluk Persia, Senin (4/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran mengatakan kepada delegasi Korea Selatan, kapalnya sudah diserahkan ke pengadilan.

Delegasi Korsel datang pada Senin (11/1/2021) dan masalah kapal di luar tanggungjawab pemerintah.

Dilansir AP, Selasa (12/1/2021), perkembangan itu terjadi di tengah meningkatnya sengketa keuangan antara kedua negara.

Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan pemerintah tidak campur tangan dalam kasus kapal Korea Selatan.

Penyitaan kapal tanker berbendera Korea Selatan oleh Pengawal Revolusi Iran pada 5 Januari 2021 di Selat Hormuz untuk menekan negeri Gingseng itu.

Iran minta Korea Selatan untuk melepaskan aset 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9 triliun di bank-bank negara itu karena sanksi Amerika.

Baca juga: Iran Beri Tantangan ke Joe Biden, Usir Pengawas Nuklir PBB Atau Cabut Sanksi Pada 21 Februari 2021

Iran tampaknya berusaha meningkatkan pengaruhnya atas Seoul menjelang perjalanan regional Korea Selatan yang telah dijadwalkan sebelumnya, termasuk singgah di Qatar.

Zarif mengulangi klaim pemerintah bahwa kapal itu disita karena pencemaran lingkungan.

Namun dia mendesak Korea Selatan untuk mencabut pembatasan dana Iran.

Dia menyebut aset yang dibekukan sebagai penghalang terbesar untuk meningkatkan hubungan kedua negara.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved