Breaking News:

Berita Aceh Utara

Jembatan Ambruk belum Dibangun, Warga Dua Kecamatan di Aceh Utara Kembali ke Era Rakit

"Pemilik rakit diimbau tetap menjaga keselamatan penumpang, mentaati aturan tidak melebihi kapasitas dan tetap menggunakan life jacket."

For Serambinews.com
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah menyerahkan life jacket kepada pengelola rakit yang melayani penyeberangan masyarakat Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia dan Bukit Mekarti, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara setelah jembatan di sungai itu ambruk akibat banjir akhir tahun lalu. 

"Pemilik rakit diimbau tetap menjaga keselamatan penumpang, mentaati aturan tidak melebihi kapasitas dan tetap menggunakan life jacket."

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Mobilitas sebagian warga Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia dan Bukit Mekarti, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara--termasuk anak sekolah--harus menggunakan rakit untuk menuju ke tempat tujuan karena jembatan yang ambruk akibat banjir akhir tahun 2020 belum dibangun baru.

Seperti diketahui, jembatan rangka baja penghubung Desa Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia dengan Desa Darussalam, Kecamatan Geureudong Pase, ambruk akibat banjir, Sabtu dini hari, 12 Desember 2020.

Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama bagi masyarakat Buket Makarti dan Baree Blang untuk mengangkut hasil bumi ke pasar. Sejak jembatan itu putus, kedua desa terisolir. 

Baca juga: Kisah Pilu 7 Penumpang NAM Air Dipindahkan ke Sriwijaya Air Hingga Jadi Korban Pesawat Jatuh

Baca juga: Kisah Tim Evakuasi Mencari Pesawat Sriwijaya Air; Hadapi Cuaca Ekstrem Hingga Tidur di Lantai Kapal

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Amir Hamzah kepada Serambinews.com, Selasa (12/1/2021) mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi penyeberangan itu dan menyerahkan bantuan life jacket kepada pemilik rakit bernama Syadli (48), warga Desa Baree Blang, Kecamatan Meurah Mulia.

Rakit milik Syadli itu digunakan sementara sebagai alat transportasi penyeberangan umum termasuk anak sekolah dari Gampong Baree Blang menuju Desa Darussalam.

Baca juga: Pemerintah Kota Banda Aceh Buka Segel 3 SD yang Langgar Protokol Kesehatan, Ini Penegasan Kadisdik

Pemilik rakit, Syadli mengucapkan terima kasih atas perhatian BPBD Aceh Utara dan berjanji akan mentaati bimbingan Kepala Pelaksana BPBD demi keselamatan warga yang menggunakan alat penyeberangan miliknya. 

Baca juga: Pria Ini Jual Istri untuk Layanan Kencan Bertiga via Twitter, Selama Dua Jam Pasang Tarif 1,5 Juta

Menurutnya, selama ini jembatan yang ambruk itu sebagai akses masyarakat tiga kecamatan yang sekaligus jalan pintas dari Paya Bakong ke Kecamatan Meurah Mulia hingga Kecamatan Tanah Luas. 

Kepala Pelaksana BPBD mengingatkan pemilik rakit dapat menjaga keselamatan penumpang, mentaati aturan tidak melebihi kapasitas dan tetap menggunakan life jacket. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved