Breaking News:

Salam

Banyak Sekolah Belum Disiplin Patuhi Protkes

Tim Covid‑19 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Senin (11/1/2021), menyegel tiga sekolah dasar (SD) yang mengabaikan protokol kesehatan

Serambi Indonesia
Pemerintah Kota Banda Aceh, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membuka penyegelan tiga sekolah dasar (SD) di Kota Banda Aceh , Selasa (12/1/2021) siang. 

Tim Covid‑19 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh, Senin (11/1/2021), menyegel tiga sekolah dasar (SD) yang mengabaikan protokol kesehatan (protkes) sejak dimulainya kembali belajar secara tatap muka. “Sekolah Ini Ditutup Karena Mengabaikan Protokol Kesehatan. Akan Dibuka Kembali Setelah Ada Komitmen Bersama Dari Warga Sekolah” demikian isi spanduk yang dipasang di tiga sekolah tersegel.

Sejak dimulainya belajar tatap muka semester genap tahun ajaran 2020/2021pada masa pandemi Covid‑19, Senin (4/1/2021), Pemerintah Kota Banda Aceh sudah menginstruksikan kepada semua sekolah supaya mematuhi protokol kesehatan guna mencegah atau meminimalisir penularan virus Corona. “Sekolah‑sekolah yang sudah disegel itu akan dibuka kembali setelah ada komitmen dari warga sekolah untuk menerapkan dan menjaga protkes secara ketat," tegas Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Ketika akan dimulainya belajar tatap muka pada 4 Januari 2021, semua sekolah di bawah naungan Disdikbud Banda Aceh sudah berulang-ulang diingatkan untuk menerapkan protkes secara ketat. Begitu juga dengan tiga SD yang akhirnya disegel Tim Covid‑19 Disdikbud, dari awal sudah diingatkan agar mematuhi surat edaran Wali Kota dan SOP dinas tersebut. "Dalam pengawasan yang dilakukan, sebetulnya ada enam sekolah yang masih masuk kategori merah. Setelah diingatkan secara keras, ternyata hanya tiga sekolah yang berhasil memperketat penerapan protokol kesehatan. Sedangkan tiga SD lainnya harus disegel karena tetap mengabaikan protkes," jelasnya.

Menurut Wali Kota, protkes yang dilanggar ketiga SD itu adalah saat jam belajar dimulai atau berakhir, murid‑muridnya tampak masuk dan keluar secara bersamaan serta berkerumun di pintu gerbang sekolah. “Artinya, sekolah itu tidak menerapkan jaga jarak dan yang paling fatal adalah muridnya tidak memakai masker. Kita khawatir, kalau protkes diabaikan, akan terjadi kluster baru penularan Covid‑19 di sekolah," ungkap Aminullah.

Penyegelan, meskipun hanya beberapa hari, pastilah sangat merugikan anak-anak karena tidak menerima ajaran di sekolah. Justru itulah, kasus penyegelan tiga sekolah dasar tadi hendaknya menjadi pelajaran bagi pihak sekolah dan para wali murid sekolah itu. Pesan pentingnya adalah jangan lagi mengabaikan penerapan protkes.

Kepala sekolah dan guru-guru juga harus menyadari sikap abainya yang sudah telanjur melaksanakan belajar secara tatap muka dengan tanpa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Anak-anak mestinya tidak diberikan kesempatan berkerumun selama berada di lingkungan sekolah. Anak-anak pun mestinya tidak boleh masuk ke lingkungan sekolah bila tidak mengenakan masker.

Aminullah mengatakan, kondisi itu sangat berbahaya jika tidak diambil tindakan tegas. "Kalau hal seperti ini dibiarkan dan sekolah yang melanggar tidak diberikan sanksi, akan sangat berbahaya, bisa‑bisa menjalar ke sekolah lain," kata Wali Kota yang mengharap dukungan dari pihak sekolah dan orang tua murid untuk mengedukasi anak‑anak agar patuh terhadap protkes. Sehingga, kluster baru penularan Covid‑19 di sekolah dapat dicegah.

Sesungguhnya, pengabaian protokol kesehatan terjadi di banyak sekolah, termasuk sekolah di jajaran Kementerian Agama (seperti MIN, MTsN, dan MAN) serta sekolah-sekolah di luar kementerian itu.  Hanya saja, yang baru “tertangkap basah” oleh tim pengawas adalah tiga SD.

Harapan kita, semua sekolah di Aceh yang menyelenggarakan belajar secara tatap muka, harus mematuhi protokol kesehatan. Sebab, jika sampai sekolah disegel, tentu semua kita akan rugi. Guru-guru akan kekurangan jam mengajar sebagai syarat berguru bersertifikasi, demikian juga kondite kepala sekolah akan menjadi catatan. Dan, yang paling kita takut, tentunya terjadi kluster Covid-19 di sekolah-sekolah. Karena ingin mencegah itulah maka tiga SD tadi disegel yang harapannya sekolah lain yang selama ini juga mengabaikan protkes, mulai sekarang harus secara ketat menerapkannya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved