Breaking News:

Opini

Membaca Arah Pendidikan Aceh

Demi mewujudkan misi Aceh Carong, Pemerintah Aceh telah melakukan pergantian tiga kali jabatan kepala Dinas Pendidikan Aceh

IST
Zubir, Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe 

Data yang dimiliki bisa dikategorikan dalam peta penanganan. Katakanlah, sekolah dengan mutu terendah, berada di kategori merah. Mutu standar minimal, berada di kategori oranye. Mutu bagus berada di kategori kuning, dan mutu terbaik, berada di kategori hijau.

Sekolah yang berada di kategori merah harus menjadi prioritas utama. Penanganan dan pertolongan yang diberikan tentu saja berbeda dengan sekolah yang berada di kategori hijau. Sekolah yang sudah darurat dalam hal mutu, harus ditangani intensif begitu juga guru. Pemetaan guru non PNS di awal launching Aceh Carong patut diapresiasi. Hasil pemetaan, terbagi dalam grade 1 hingga grade 5. Posisi guru ini berimplikasi pada honorarium yang diterima-terlepas bahwa sekarang, honorarium yang diterima tanpa kejelasan tanggal cair. Program lanjutan harusnya, pemetaan guru yang berstatus PNS. Ini untuk memastikan bahwa program pengembangan guru berdasarkan posisi grade yang dicapai guru. Pelatihan sapu jagat; satu pelatihan untuk semua penyakit guru, sudah saatnya dinonaktifkan.

Begitu juga pengelolaan pendidikan, sudah saatnya-sekalipun terlambat, kita memulai dengan berbasis sistem informasi. Ada sebuah sistem yang dirancang untuk mengakomodir semua administrasi sekolah yang selama ini masih berbasis manual bertransformasi ke versi digital.

Semua dokumen sekolah; mulai dari Rencana Kerja Jangka Menengah, Recana Kerja Tahunan, RPP guru, materi ajar, hingga program sekolah lainnya, di-submit ke sistem informasi. Di awal tahun, kepala sekolah men-submit rencana program, di akhir tahun men-submit laporan perkembangan sekolah.

Setiap sekolah dapat mengakses program dan laporan dari sekolah lain. Secara tidak langsung (asynchronous) terjadi aktivitas berbagi praktik baik (best practice). Ini menjadi satu strategi pemerataan pendidikan. Apa yang baik di sekolah kategori hijau, dapat dipraktikkan di sekolah kategori kuning, dan sebagainya.

Sekda Aceh harus segera bertaubat, saatnya membangun pendidikan secara gotong-royong, ide dan inovasi lahir berdasarkan proses bottom-up. Pengelolaan pendidikan harus dikomando oleh ahlinya, disusun secara jangka panjang, dengan target-target yang dapat diukur setiap tahunnya, dan berbasis sistem informasi. Jika tidak, pendidikan Aceh akan terus tersesat dan terperosok. Wallahualam Bissawab.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved