Breaking News:

Internasional

Pejabat AS Menilai Trump Seperti Balita Keras, Penderitaan Rakyat Harus Dicegah

Presiden AS Donald Trump pada hari-hari terakhir tugasnya, harus dialihkan perhatiannya ke persoalan lain.

Ilustrasi oleh Lyne Lucien
Ilustrasi Donald Trump sebagai bocah nakal 

Termasuk potensi risiko yang dihadapi negara, setelah kekerasan pekan lalu, ketika massa Trumpist menyerbu Capitol.

Pembicaraan itu terutama berfokus pada kebutuhan untuk terus beroperasi seperti biasa, tetapi, ada satu perbedaan penting:

Idenya sekarang, melakukannya dengan sesedikit mungkin komunikasi dengan Gedung Putih, kata para pejabat itu.

Baca juga: Mahkamah Agung AS Tolak Gugatan Jalur Cepat Trump Atas Hasil Suara di Lima Negara Bagian

"Menjalankan kapal tetapi seperti yang selalu dijalankan,”kata salah satu pejabat senior tersebut.

“Semua orang tampaknya menundukkan kepala dan tetap berada di zona mereka," tambahnya.

"Tidak ada pembicaraan tentang Amandemen ke-25 atau pemecatan dari jabatannya," ujarnya.

'Mari kita melalui ini. semua," harapnya,

Sementara itu, Trump, yang retorikanya membantu memicu kerusuhan 6 Januari, semakin terputus dari pejabat senior yang dulu setia.

Beberapa di antaranya telah mengundurkan diri dalam beberapa hari terakhir.

Sebaliknya, presiden fokus pada penanganan dampak, baik secara legal maupun reputasi, dari serangan dan kematian yang diakibatkannya.

Baca juga: Mike Pompeo Tetap Jadi Pendukung Setia Trump, Sampaikan Pembelaan ke Presiden

Bahkan pengacara pribadi presiden dan orang kepercayaan dekatnya, Rudy Giuliani, absen dalam 24 jam terakhir, terjebak dengan masalah pribadinya sendiri.

Termasuk langkah Asosiasi Pengacara New York untuk membuka penyelidikan atas pemecatannya dari keanggotaan.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved