Breaking News:

Berita Banda Aceh

Rumah Subsidi Masih Jadi Primadona, Harga Belum Ada Kenaikan, Masih Berkisar Rp 150 Jutaan

Rumah berubsidi pemerintah tetap berlanjut pada 2021 ini, bahkan harga tidak mengalami kenaikan.

Foto: Dok Apersi Aceh
Rumah bersubsidi pemerintah di kawasan Cot Puklat dan Lamsiem, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Foto direkam pada Maret 2020. 

Dia mengakui, selama masa pandemi Covid-19, pemberlakukan PSPB dimana Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan kembali untuk menekan penyebaran virus.

Baca juga: Tanah Bergerak Gampong Lamkleng, Dua KK Telah Mengungsi

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto mengumumkan pembatasan kegiatan di beberapa wilayah di Indonesia dari 11 sampai 25 Januari 2021.

Airlangga mengatakan pembatasan ini bukanlah pelarangan.

"Pemerintah membuat kriteria terkait pembatasan kegiatan masyarakat dan ini sesuai UU yang telah dilengkapi PP 21/2020 di mana mekanisme pembatasan tersebut," ujar Airlangga.

"Pembatasan ini kami tegaskan bukan pelarangan," kata Airlangga dalam jumpa pers pada Rabu (6/1/2021).

APERSI Pusat berdasarkan data dari Direktorat Jendral Pembiayaan Infrastruktur PUPERA, ketersedian pasokan rumah yang siap akad menurut data Sikumbang per 7 januari 2021 sebanyak 227.183 unit,

Sedangkan target penyaluran KPR bersubsidi dan BP2BT tahun 2021 sebesar 212.066 unit.

Sehingga pemenuhan KPR bersubsidi dan BP2BT tahun 2021.

Melihat skala nasional kebutuhan akan rumah cukup besar karena pasar properti disegmen menenggah kebawah masih banyak diminati oleh masyarakat termasuk propinsi Aceh.

Terutama rumah type 36 m2 atau minimal type 21 m2.

Afwal berharap pangsa pasar perumahan ini juga bakal terus tumbuh seiring ada stimulus dalam PEN (pemulihan Ekonomi Nasional).(*)

Penulis: M Nur Pakar
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved