Breaking News:

Viral Medsos

Di Malaysia, Warga Satu Kampung Jalani Tes Swab, Gegara Dikunjungi Orang Positif Covid-19

Satu kampung menjalani tes swab setelah warga dari luar yang positif Covid-19 berkunjung ke tempat saudaranya.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
Facebook / info.semasa
Satu kampung menjalani tes swab setelah warga dari luar yang positif Covid-19 berkunjung ke tempat saudaranya. 

SERAMBINEWS.COM - Satu kampung menjalani tes swab setelah warga dari luar yang positif Covid-19 berkunjung ke tempat saudaranya.

Uji swab ini dilakukan oleh hampir seluruh warga Kampung Chedok, Tanah Merah, Kelantan, Malaysia.

Tes tersebut dilakukan pada hari Kamis (14/1/2021), setelah beberapa kasus positif Covid-19 tercatat di desa berkenaan.

Disebutkan oleh media setempat, tes swab tersebut dilakukan oleh petugas Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM).

Melansir dari Harian Metro, Kamis (14/1/2021) malam, seorang warga bernama Noraini Ahmad (35) mengatakan bahwa tes demikian disarankan oleh KKM.

Setelah beberapa kasus positif Covid-19 tercatat di kampungnya, yang berasal dari warga luar datang ke kampung tersebut.

Baca juga: Viral Kuda Delman Terkapar Kelelahan, Kusir Malah Memaksanya Berdiri dengan Cara Dicambuk

Baca juga: Pergunu Aceh Dukung Instruksi Kadisdik Soal Sekolah Gelar Doa Tolak Bala Sebelum Belajar

Ia menerangkan, kampung mereka adalah kampung yang kuat silaturahmi, kebanyakan penduduk memiliki hubungan saudara yang kuat.

Sehingga, dikhawatirkan dengan mudah tersebar virusnya karena sering bercengkrama.

"Ketika KKM melakukan tes secara gratis, penduduk desa datang beramai-ramai, melakukan pemeriksaan, untuk mengetahui kesehatan masing-masing.

"Dari segi positif, saya mengapresiasi upaya KKM dan warga karena bekerjasama dan tindakan ini dapat mencegah penyebaran wabah,” ujarnya.

Baca juga: Viral Aksi Gabut Pemotor di Lampu Merah, Tak Mau Turunkan Kaki ke Aspal Malah Rela Seimbangkan

Noraini yang juga memiliki usaha makanan di desa tersebut mengatakan ia berinisiatif menutup usahanya selama dua minggu.

Hal demikian diakibatkan karena beberapa warga kampungnya positif Covid-19, meski jumlah yang positif tidak terlalu ramai.

Sebelumnya, ia juga menjadi korban dari tuduhan positif Covid-19, sehingga memaksa menutup usaha.

Namun, niat sebenarnya adalah tidak berani mengambil resiko bila sewaktu-waktu para pelanggan terjangkit.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved