Breaking News:

DJPb Bahas Terkait Pelaksanaan APBN Tahun 2020

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada sektor kesehatan, sosial, ekonomi dan keuangan. Pertumbuhan ekonomi nasional

SERAMBINEWS/Foto Kanwil DJPb Aceh
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh, Syafriadi menyampaikan terkait pelaksanaan APBN Tahun 2020 dalam media meeting di Gedung Keuangan Negara D, Banda Aceh, Rabu (13/1/2021). 

BANDA ACEH - Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada sektor kesehatan, sosial, ekonomi dan keuangan. Pertumbuhan ekonomi nasional year on year (y-on-y) di triwulan I tahun 2020 tumbuh di angka 3,0 persen, namun terkontraksi pertumbuhannya sebesar -5,3 persen di triwulan II. Pada triwulan III telah menunjukan arah perbaikan, di mana pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi -3,5 persen.

Pemerintah sudah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi makin memburuknya dampak Covid-19 ini. Langkah yang diambil pemerintah adalah meningkatkan pembiayaan untuk menutup selisih yang semakin membesar antara penerimaan dan belanja negara. Kebijakan ini mengakibatkan pelebaran defisit menjadi 6,34 persen terhadap PDB. Hal ini tertuang dalam perubahan postur APBN melalui Perpres 54/2020 dan kemudian diubah lagi menjadi Perpres 72/2020.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh, Syafriadi dalam media meeting “Pelaksaan APBN Tahun 2020”, di Gedung Keuangan Negara D, Banda Aceh, Rabu (13/1/2021) menyampaikan penanganan Covid-19 dan Program PEN yang dibiayai dari APBN dialokasikan oleh pemerintah mencapai Rp 695,2 triliun ke dalam 6 kluster yaitu Kesehatan, Perlindungan Sosial, Sektoral K/L dan Pemda, UMKM, Pembiayaan Korporasi dan Insentif Usaha.

Dijelaskan, realisasi angka unaudited Pendapatan Negara APBN tahun 2020 mencapai Rp 1.633 triliun atau 96,1 persen dari target  Rp 1.699,9 triliun. Untuk Belanja Negara sendiri mencapai Rp 2.589,9 triliun atau 94,6 persen dari pagu Rp 2.739,2 triliun.

Sementara untuk Aceh, realisasi Belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp 12.552 miliar dengan rincian Belanja Pegawai sebesar Rp 6.595 miliar atau 97,9 persen dari pagu, Belanja Barang sebesar Rp 3.864 miliar (93,6 persen), Belanja Modal sebesar Rp 2.052 miliar (93,1 persen) dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp 42 miliar (97,9 persen).

Sedangkan untuk realisasi penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa di Aceh mencapai Rp 6.794 miliar. Rinciannya adalah DAK Fisik sebesar Rp 1.816 miliar atau 92,9 persen dari pagu dan Dana Desa sebesar Rp 4.978 miliar (99,9 persen).

Dalam kesempatan itu juga disampaikan pada 25 November 2020, Presiden RI, Joko Widodo didampingi oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi  Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2021 di Istana Negara, Jakarta.

Sedangkan untuk DIPA Kementerian/Lembaga dan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Provinsi Aceh telah diserahkan oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah didampingi oleh Kepala Kanwil DJPb Provinsi Aceh, Syafriadi pada 27 November 2020 di kantor Gubernur Aceh.

Total alokasi Belanja Negara di Aceh mencapai Rp 48,8 triliun yang terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 14,4 triliun dan Alokasi TKDD sebesar Rp 34,4 triliun.

Harapannya, APBN 2021 di Aceh dapat semakin dikelola dengan baik, efektif dan akuntabel. Untuk itu dibutuhkan akselerasi pelaksanaan APBN dengan melakukan usaha-usaha percepatan realisasi belanja, yang salah satunya adalah dengan segera melaksanakan proses lelang lebih awal, serta dengan mengutamakan tenaga kerja dan bahan baku lokal.

Hal ini dimaksudkan agar perekonomian di Aceh dapat bergerak lebih baik lagi, serta terjadi peningkatan dan pemerataan pembangunan. “Dukungan seluruh pihak dalam melaksanakan kebijakan Pemerintah menjadi prasyarat mutlak dalam menentukan keberhasilan kita semua untuk meraih kesuksesan dalam pemulihan ekonomi di Aceh,” sebutnya.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved