Breaking News:

Permintaan Telur dan Minyak Goreng Minim

Permintaan telur dan minyak goreng, di sejumlah pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar mengalami kelesuan, Kamis (14/1/20210

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Seorang pekerja di tempat penjualan telur grosir di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, sedang menyusun tumpukan telur, Kamis (14/1/2021). 

BANDA ACEH - Permintaan telur dan minyak goreng, di sejumlah pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar mengalami kelesuan, Kamis (14/1/20210. Meski lesu, harga telur ayam di tingkat pengecer masih tinggi, berkisar Rp 47.000-Rp 48.000 per lempeng (30 butir). Sedangkan minyak goreng dijual Rp 13.000-Rp 14.000/kg.

H Ramli, pedagang BAHAN kebutuhan pokok di Pasar Peunayong mengatakan, permintaan telur dan minyak goreng curah saat ini sedang lesu, atau turun hingga  25 persen, dibanding pekan lalu. Pada minggu lalu, satu hari ia bisa menjual telur 40-60 ikat. Begitu juga dengan minyak goreng, omzet penjualannya mencapai 400 kg per hari. Namun pada minggu ini yang terjual sekitar 320 kg/hari.

“Penurunan omzet penjualan juga terjadi pada beras. Meski harga beras saat ini relatif stabil, namun daya beli masyarakat terhadap bahan pokok itu mengalami penurunan,” terangnya.

Hal senada juga diakui Ucok, pegdang UD Zainun, di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar. Dkatakan, saat ini permintaan telur di tingkat pengecer turun dan lesu. “Hal itu disebabkan banyak masyarakat yang sudah melakukan pembelian dalam jumlah banyak. Wajar kalau saat ini menurun,” ujarnya.

Dijelaskan Ucok, jika pada awal Januari lalu permintaan telur bisa mencapai 200 ikat per hati, pada minggu ini pihaknya hanya mampu menjual sebanyak 150 ikat/hari.

Kendati permintaan telur dan minyak goreng lesu, ungkap Ucok, target pembelian partai besar di Medan tetap. “Satu minggu dua kali masuk, dan sekali masuk berkisar 800- 960 ikat,” terangnya.

Ucok juga menjelaskan, untuk kacang kedelai baik permintaan maupun harga masih stabil. Harga kedelai saat ini Rp 470 ribu per karung (50 kg) atau Rp 9.400/kg. “Komoditi kacang kedelai, kacang tanah dan kacang hijau, yang dijual di Pasar Induk Lambaro ini, semuanya dipasok dari Medan, dan tidak ada pasokan barang lokal,” ujar Ucok.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved