Breaking News:

Opini

Hubungan Zakat dengan Iman kepada Allah

Iman merupakan keyakinan yang mendalam terhadap Allah, Malaikat, Kitab-kibab-Nya, Rasul dan para Nabi, Hari Kiamat, dan Qada dan Qadar

Hubungan Zakat dengan Iman kepada Allah
IST
Abdul Rani Usman, M.Si, Anggota Badan Baitul Mal Aceh Bidang Perencanaan

Oleh Abdul Rani Usman, M.Si, Anggota Badan Baitul Mal Aceh Bidang Perencanaan

Iman merupakan keyakinan yang mendalam terhadap Allah, Malaikat, Kitab-kibab-Nya, Rasul dan para Nabi, Hari Kiamat, dan Qada dan Qadar. Iman seseorang kadang-kadang berirama mengikuti selera nafsu. Akan tetapi, iman yang sebenarnya adalah kenyakinan dan meyakini dengan hati dan men-tasydiq-kan dengan aksi dalam kehidupan sehari-hari saat berinteraksi dengan Allah dan manusia. Melalui shalat dan zakat kita mendekatkan diri kepada Allah. Secara teks dan kontekstual maupun membaca fenomena lingkungan zakat sebagai unsur spiritual komunikasi dengan Allah dan manusia. Sedangkan keyakinan dan kebaikan yang berhubungan dengan lingkungan manusia adalah dengan membayar zakat.

Zakat sebagai kewajiban suci dalam masyarakat Islam telah dianjurkan pada masa awal Islam. Akan tetapi sebagian dari masyarakat Islam meyakini zakat itu sebagai kewajibannya, namun enggan merealisasikannya.

Tabungan Masa Depan

Zakat sebagai kewajiban individu dikeluarkan sesuai dengan nisab yang dipungut atau diambilkan oleh petugas atau amilin dalam hal ini Baitul Mal baik tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota atau gampong. Membayar zakat adalah menabung masa depan bagi para muzaki.

Artinya seseorang yang sudah mengeluarkan zakat, ia telah meringankan beban orang lain. Zakat yang diterima oleh Baitul Mal akan dibagikan kepada orang yang berhak. Misalnya, untuk memberikan beasiswa tahfiz. Investasi masa depan bagi para muzaki telah dijanjikan oleh Allah swt.

Para muzaki tentunya akan terharu jika melihat seseorang yang tidak mampu menyekolahkan anaknya untuk hafal Alquran. Akan tetapi dengan adanya zakat maka muzaki sudah menabung untuk masa depam umat Islam yaitu menghidupkan Alquran dalam hati masyarakat.

Terkait dengan kewajiban zakat dan hubungannya dengan keimanan, disebutkan dalam Al-baqarah 3-5 sebagai berikut:

(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, secara berkesinambungan dan sempurna dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada yang telah diturunkan sebelummu, serta tentang (kehidupan) akhirat mereka yakin. Mereka itulah yang yang di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah itu orang-orang yang beruntung.

Dalam Tafsir Al-Mishbah, volume 1 disebutkan: Ayat ini menunjukan kepada umat Islam sifat-sifat orang yang bertakwa. Alquran sebagai petunjuk bagi manusia, maka di dalamnya adalah meyakini adanya yang ghaib, yaitu Allah swt. Selanjutnya melaksanakan shalat dengan sempurna, sekaligus menafkahkan sebagian harta yang dimilikinya kepada mereka baik yang wajib maupun yang sunnah. (Quraish Shihab:2007:91).

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved