Breaking News:

Wali Kota dan Bupati Batal Divaksin

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, batal mendapat vaksinasi Covid-19, Jumat (15/1/2021)

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, sedang diperiksa tekanan darah oleh seorang dokter spesialis paru di RSUD Indrapuri. Mawardi gagal divaksin Covid-19, karena tekanan darahnya tinggi mencapai 170/100 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, batal mendapat vaksinasi Covid-19, Jumat (15/1/2021). Aminullah batal divaksin Sinovac di RSU Meuraxa karena faktor usia. Sedangkan Mawardi gagal divaksi di RSUD Aceh Besar, di Indrapuri, karena tekanan darahnya naik. Saat hendak disuntik, tensi daerah orang nomor satu Aceh Besar itu meninggi, 170/100.

Jumat kemarin, Banda Aceh dan Aceh Besar mulai melakukan vaksinasi perdana. Sejumlah pejabat di kedua daerah ambil bagian dalam vaksinasi pencegahan virus corona tersebut.

"Hari ini di Kota Banda Aceh, vaksinasi perdana diikuti unsur forkopimda. Namun, Wali Kota Banda Aceh gagal divaksinisasi karena usia maksimal penerima vaksin 59 tahun. Sedangkan Pak Aminullah Usman berusia 62 tahun," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman SKM MKes, Jumat (15/1/2021).

Menurut Kadiskes, bukan saja Wali Kota Banda Aceh gagal divaksin, unsur Forkopimda juga tak memenuhi persyaratan untuk divaksinisasi.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, menjadi orang pertama di kabupaten itu yang rencananya divaksin Covid-19, di RSUD Indrapuri, Jumat (15/1/2021). Namun rencana vaksinasi itu gagal, karena tekanan darah orang nomor satu di Aceh Besar itu meninggi, 170/100.

Petugas sempat dua kali melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah bupati, namun tekanan darahnya tetap tinggi. “Orang dengan tekanan darah tinggi, tidak bisa divaksin,” kata dr Zamindar SpP, dokter spesialis paru di RSUD Aceh Besar, di Indrapuri.

Dikatakan, pemeriksaan tekanan darah merupakan salah satu syarat dari 16 persyaratan yang terdapat dalam formulir vaksinasi Covid-19.

Setelah Bupati Aceh Besar gagal divaksin, ada beberapa pejabat eselon II Pemkab Aceh Besar yang juga mengalami hal serupa. Termasuk Plt Sekda Aceh Besar, Abdullah. Namun begitu, vaksinasi perdana di RSUD Indrapuri tetap berjalan. Orang pertama yang lolos pemeriksaan 16 persyaratan suntik vaksin Covid-19 dan divaksinasi adalah Ketua IBI Aceh Besar yang juga Kepala Puskesmas Darul Imarah, Rosa Andriani.

Setelah Rosa, disusul sejumlah Kepala SKPK, diantaranya Kepala Bappeda Aceh Besar, Rahmawati, kemudian diikuti petugas kesehatan setempat, Polisi, TNI, Jaksa dan lainnya. Pelaksanaan vaksinasi perdana itu langsung dipantau Kadinkes Aceh, dr Hanif bersama Sekdisnya, Ferdian. Hanif sudah lebih dahulu divaksin Covid-19 di RSUZA, pada Jumat pagi.

Sementara Sekdis Dinas Kesehtan Aceh Ferdian, yang ikut memantau, diberi vaksin covid 19, di RSUD Indrapuri, Aceh Besar, pada acara tersebut, bersama pegawai Dinkes Aceh lainnya.

Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman menyebutkan, pada perdana vaksinasi, kemarin, ada 11 orang yang sudah divaksin Sinovac. Mereka adalah Serma Masykur (Kodim 0101/BS TNI), Edi Darmawan (Kajari Banda Aceh), Lukman (Kadiskes Banda Aceh), dr Fuziati (Direktur RSUD Meuraxa), Heru Tri Wijanarko (Kasatpol PP), Rosdi (Kadis Perkim), Laura Machnum (UPTD PKM Kuta Alam Kepala Puskesmas), Tharmizi (Sekwan DPRK Banda Aceh), Riza Mulyadi (Kabid Penunjang Medis RSU Meuraxa), Andri (Wadir Umum dan Keuangan RSU Meuraxa), dan Agussaumi (Kasie Keperawatan RSU Meuraxa).

Sebenarnya, mereka (Forkopimda) semuanya mau ikut divaksin, namun, tidak memenuhi persyaratan seperti Wakil Wali Kota Banda Aceh pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan lainnya ada yang menderita penyakit darah manis (DM) serta hal lain sehingga tidak memenuhi persyaratan.

Dikatakan, mulai Senin (18/1/2021) vaksin Sinovac Covid-19 akan didistribusikan di 11 Puskesmas dari 9 kecamatan di Kota Banda Aceh dengan jumlah 12.760 Dosis. Rencananya, menurut Lukman, Selasa (19/1/2021) vaksinisasi terhadap jajaran tenaga kesehatan sudah dimulai dengan mengikuti ketentuan dan mekanisme suntik vaksin sinovac. Setelah selesai vaksinisasi, rencananya akan dilanjutkan untuk tahap kedua TNI, Polri, pelayan publik, dan terakhir masyarakat bagi yang mau saja," katanya.(as/her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved