Breaking News:

Beberkan Detail Peristiwa Baku Tembak, Komnas HAM Sebut Laskar FPI Nikmati Bentrok Lawan Polisi

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengatakan ada anggota Laskar FPI yang tertawa ketika bentrok dengan polisi

Editor: Amirullah
(KOMPAS.COM/FARIDA)
Adegan penggeledahan pada rekonstruksi yang dilakukan polisi dalam kasus penembakan enam anggota FPI di rest area KM 50 tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. 

SERAMBINEWS.COM - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, mengatakan ada anggota Laskar FPI yang tertawa ketika bentrok dengan polisi

Informasi tersebut didapat dari voice note Laskar FPI.

Komnas HAM membeberkan detail peristiwa baku tembak Laskar Front Pembela Islam (FPI) dan polisi, Senin (7/12/2021) silam.

Bahkan, menurut Taufan, laskar tampak menikmati pergulatan yang sedang terjadi.

“Sebelum ada tembakan, ada suara yang itu kelihatan menikmati pergulatan itu, ketawa-ketawa,” kata Taufan dalam diskusi daring di akun YouTube Medcom.id Dikutip Kompas.tv, Minggu (17/1/2021).

Lalu, Taufan melanjutkan, baru setelah terjadi tembakan, ada laskar FPI yang menangis karena terkena tembakan tersebut.

Baca juga: Fenomena Tanah Bergerak Terjadi di Purworejo, 3 Rumah Ambruk, 31 Jiwa Mengungsi

Baca juga: Komnas HAM Benarkan CCTV Tol Cikampek KM 49 - 72 Rusak Saat Tragedi 6 Laskar FPI, Fiber Optik Putus

Menurut dia, rekaman voice note selama 20 menit itu juga sudah didengarkan oleh ahli psikologi forensik independen, yang bahkan memiliki pengalaman bekerja dengan Biro Investigasi Federal AS atau FBI.

Berdasarkan keterangan ahli tersebut, kata Taufan, suasana psikologis laskar FPI para pengawal Rizieq Shihab itu tidak mencekam saat kejadian.

()

Rekontruksi FPI di rest area tol Jakarta-Cikampek Km 50, Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari tadi. IPW heran 4 anggota FPI tidak diborgol padahal, dalam keterangan polisi sendiri, keempatnya baru saja terlibat aksi baku tembak dengan polisi. (Wartakotalive.com/Joko Supriyanto)

“Voice note menampakkan bahasa-bahasa bahwa mereka memang mau melakukan, kalau bahasa forensik psikologis istilahnya bertahan dan melawan, itu kesimpulan baseline-nya,” tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved