Tim USK: Tanah Bergerak Akibat Rayapan Tanah
Anggota Tim Prodi Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Khairul Ummam, mengatakan, pergerakan tanah
JANTHO - Anggota Tim Prodi Teknik Geologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Khairul Ummam, mengatakan, pergerakan tanah yang terjadi di Gampong Lamkleng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, untuk tahap awal ini, tim bisa simpulkan pergerakan tanah yang terjadi akibat rayapan tanah.
Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan pohon, atau rumah miring ke bawah. "Kondisi tanah dibawah datar dan diatas berjalan secara perlahan-lahan," ujar Khairil Ummam kepada Serambi, Minggu (17/1/2021).
Dikatakan, dalam peta geologi tidak ada patahan sesar Sumatera. Ini murni karena kerentanan tanah. Kondisi tanah yang rentan tak sanggup menampung bangunan di atasnya, sehingga secara perlahan-lahan lereng tanah turun. Kemungkinan, pergerakan tanah ini bisa lambat terjadi apabila terjadi musim kemarau.
Ditambahkan, sebelumnya merekomendasikan agar warga Lamkleng untuk segera mengungsi, khususnya warga di kawasan tanah bergerak, karena tahap awal telah disimpulkan ada rayapan tanah. Pergeseran tanah masih aktif apalagi di musim penghujan. Ini bisa saja semakin parah karena faktor alam musim penghujan.
Kondisi di lapangan pohon kayu-kayu sudah miring, tiang listrik perlu dipindahkan juga, karena kita khawatirkan bisa tumbang. Sementara itu, Bahtiar, warga Lamkleng, mengaku ada bunyi seperti angin pada malam hari dan tanah turun semakin parah mencapai 2 meter.(as)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kondisi-tanah-bergerak-di-aceh-besar-9.jpg)