Breaking News:

Opini

Urgensi Literasi Kesehatan Aceh

Kemajuan teknologi memberikan jalan kepada seluruh masyarakat yang tersebar di berbagai daerah Aceh membuka cakrawala informasi

Editor: hasyim
Urgensi Literasi Kesehatan Aceh
IST
dr. Adrian Almahmudi, Mahasiswa Pascasarjana FKM Unmuha Aceh, Anggota Junior Dokter Network Indonesia (JDN) Cabang Aceh

dr. Adrian Almahmudi

Mahasiswa Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat FKM Unmuha Aceh

Kemajuan teknologi memberikan jalan kepada seluruh masyarakat yang tersebar di berbagai daerah Aceh membuka cakrawala informasi yang sangat mudah diakses kapan pun, dimana pun, dan oleh siapapun. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang sangat positif jika dikaji peluang yang bisa dimanfaatkan oleh lembaga-lembaga yang berwenang untuk peningkatan kualitas informasi, dan kemudahan penyampaian.

Jika dulu mendapatkan informasi harus menunggu media cetak beredar pagi esoknya, saat ini dalam hitungan detik informasi dapat diterima di tangan pengguna gawai.

Menurut data terakhir di awal tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyampaikan sudah 71,35 persen wilayah Aceh sudah terselimuti oleh jaringan 4G. Bahkan dari 23 kabupaten/kota, 99,32% pemukiman penduduk atau setingkat kecamatan sudah merasakan layanan 4G.

Dengan sudah optimalnya kualitas jaringan telekomunikasi, sudah sepatutnya banyak masyarakat Aceh yang teredukasi dengan baik dengan konten informasi, terutama informasi kesehatan. Akan

tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa informasi palsu yang di lapisan masyarakat Aceh semakin tidak terbendung.

Mengutip jurnal yang diterbitkan di tahun 2018 menunjukkan realita informasi palsu terkait kesehatan menduduki peringkat ketiga dengan rasio informasi palsu mencapai 41%, artinya dari 100 informasi kesehatan yang beredar, 41 berita adalah informasi palsu (hoax). Hal ini tidak berlebihan, jika merunut banyaknya informasi palsu terkait kesehatan, seperti; informasi palsu terkait penanganan stroke dengan menusuk jarum, vaksin yang mengandung babi, masker gratis yang bervirus, hingga yang paling baru yaitu banyaknya informasi palsu terkait virus Covid-19.

Belum lagi informasi palsu terkait kesehatan lainnya yang beredar dari mulut ke mulut ketika warga melakukan aktivitas sosial antarmasyarakat di tempat berkumpul, hingga di beranda akun media sosial secara bebas.

Polemik informasi palsu mengenai kesehatan yang beredar secara masif dan tidak ditanggulangi dapat mengakibatkan menurunnya kualitas kesehatan masyarakat. Padahal, jika dikelola dengan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved