Breaking News:

Opini

Urgensi Literasi Kesehatan Aceh

Kemajuan teknologi memberikan jalan kepada seluruh masyarakat yang tersebar di berbagai daerah Aceh membuka cakrawala informasi

Urgensi Literasi Kesehatan Aceh
IST
dr. Adrian Almahmudi, Mahasiswa Pascasarjana FKM Unmuha Aceh, Anggota Junior Dokter Network Indonesia (JDN) Cabang Aceh

baik, informasi yang baik mengenai kesehatan dapat memperbaiki kondisi sosial, kultur, dan yang utama adalah kesehatan individu serta kelompok. Pentingnya meningkatkan literasi

kesehatan masyarakat dapat menjadi solusi permasalahan kesehatan yang optimal dan efisien.

Dengan meningkatkan kemampuan akses terhadap informasi dan kapasitas untuk menggunakannya secara efektif, adalah variabel penting untuk memberdayakan individu dalam hal kesehatan.

Kondisi Kesehatan Aceh.

Dalam hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 menyebutkan bahwa Aceh adalah daerah dengan persentase imunisasi dasar lengkap (IDL) terendah di Indonesia. Beberapa riset telah menunjukkan bahwa informasi palsu menjadi penyebab rendahnya cakupan imunisasi.

Beredarnya informasi vaksin tertentu mengandung zat haram menjadi momok akan keberhasilan program imunisasi. Belum lagi pemberitaan media terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang sering dikaitkan dengan dampak fatal terhadap penerima imunisasi. Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap ini sempat mengakibatkan Aceh dilanda Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di tahun 2018.

Kondisi pandemi Covid-19 juga akibatkan terjadinya distrust (kehilangan kepercayaan) masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit. Banyaknya masyarakat yang enggan berkunjung ke rumah sakit meskipun dalam kondisi sakit berat. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan individu hingga anggota keluarga. Seperti beredarnya informasi palsu mengenai proses pengobatan pasien di rumah sakit, acapkali

dikondisikan sebagai pasien penderita Covid-19 atau "dicovidkan". Ini menjadi ironi, di saat yang sama Aceh menjadi daerah penyumbang tertinggi kasus stroke Indonesia dan beberapa penyakit tidak menular lainnya. Sehingga dapat dibayangkan jika ada penyakit-penyakit lain yang memiliki banyak efek komplikasi tidak bisa tertangani dengan maksimal akibat beredarnya informasi palsu tersebut. Semakin lama penanganan pasien akan semakin memperberat kondisi dan kecacatan yang dialami pasien.

Yang terbaru, berupa informasi palsu terkait vaksin Covid-19 yang ditenggarai sebagai upaya upaya merusak kesehatan generasi. Hingga ada masyarakat Aceh yang diamankan akibat mengunggah informasi palsu terkait status kehalalan vaksin Covid-19. Padahal, dari MUI pusat dan daerah telah berkoordinasi dan menetapkan bahwa vaksin Covid-19 halal, dan tidak bersinggungan dengan zat yang haram. Kondisi ini akan menyulitkan Aceh mencapai herd immunity (imunitas kelompok) yang bertujuan mengurangi penyebaran dan dampak kesakitan dari penyebaran Covid-19.

 Literasi kesehatan

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved