Breaking News:

Opini

Urgensi Literasi Kesehatan Aceh

Kemajuan teknologi memberikan jalan kepada seluruh masyarakat yang tersebar di berbagai daerah Aceh membuka cakrawala informasi

Urgensi Literasi Kesehatan Aceh
IST
dr. Adrian Almahmudi, Mahasiswa Pascasarjana FKM Unmuha Aceh, Anggota Junior Dokter Network Indonesia (JDN) Cabang Aceh

Menurut UNESCO "literasi" adalah kemampuan menggunakan kecakapan membaca, menulis, dan berhitung, yang diperoleh dan dikembangkan melalui proses pembelajaran serta penerapan di sekolah, keluarga, masyarakat dan situasi lainnya yang relevan untuk remaja dan orang

dewasa. Sehingga literasi kesehatan bisa disebut sebagai kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi kesehatan yang didapatkan dari aktifitas membaca artikel kesehatan dan menulis tentang kesehatan.

Jika menilik arti dari "kemampuan" adalah potensi yang ada berupa kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita berusaha dengan diri sendiri, itu artinya kemampuan literasi merupakan hal yang bisa ditingkatkan. Jika melihat kembali sejarah dari awal masa kemerdekaan 1945, buta aksara (ketidakmampuan membaca) masyarakat Indonesia mencapai 97% dari total populasi, dan terus alami penurunan.

Hingga saat ini menurut survei BPS tahun 2018 menyebutkan bahwa buta aksara Indonesia hanya tinggal 1,93% dari total populasi. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan kualitas membaca dan minat membaca yang terus mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini

menunjukkan hilangnya buta aksara tidak selalu linear (sejalan) dengan literasi kesehatan yang baik.

                                                                                                                                                                                  Halyang perlu

Dalam penanganan informasi kesehatan palsu (hoax), peningkatan literasi kesehatan dapat dimulai dengan pemilihan media dalam memenuhi kebutuhan informasi kesehatan. Media yang menjadi pilihan utama masyarakat sebaiknya memiliki rubrik kesehatan yang faktual dan dapat menjadi sumber referensi dalam menangkal informasi palsu.

Selanjutnya, pengelolaan layanan kesehatan masyarakat seperti Puskesmas hingga kantor desa dapat bersinergi dengan menyediakan hotline atau akun penangkal informasi palsu ditiap wilayah kerja. Unit ini dapat bekerja secara simultan dalam proses layanan publik dalam menangkal informasi palsu yang berkaitan dengan kesehatan.

Dalam skala nasional, pemerintah pusat juga telah mencetuskan Gerakan Literasi Nasional (GLN), program yang menitikberatkan peran fasilitator di ranah keluarga (orang tua, kerabat), fasilitator di ranah sekolah (guru, dosen, pengawas), dan fasilitator di ranah masyarakat (pimpinan daerah, puskesmas, perangkat gampong).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat membaca dan kualitas membaca masyarakat. Diharapkan sinergisitas program literasi nasional pemerintah pusat dan daerah ini dapat menjadi upaya aktif seluruh lapisan masyarakat Aceh dalam pencegahan penyebaran informasi kesehatan palsu agar tercapai masyarakat Aceh yang sehat dan berwawasan luas.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved