Breaking News:

Aparatur Desa Protes Bupati Aceh Utara

Puluhan aparatur desa dari setiap kecamatan di Aceh Utara, Selasa (19/1/2021), memasang spanduk berisi penolakan dan protes

Editor: bakri
FOTO KIRIMAN MUHADI
Sejumlah aparatur desa di Aceh Utara memasang spanduk di Kantor Bupati Aceh Utara yang baru di kawasan Landing Kecamatan Lhoksukon, Selasa (19/1/2021). 

LHOKSUKON – Puluhan aparatur desa dari setiap kecamatan di Aceh Utara, Selasa (19/1/2021), memasang spanduk berisi penolakan dan protes terhadap peraturan Bupati (Perbup) tentang tata cara pengalokasian alokasi dana gampong tahun anggaran 2021. Spanduk tersebut dipasang di pagar Kantor Bupati Aceh Utara yang baru di kawasan Landing, Kecamatan Lhoksukon.

Informasi yang diperoleh Serambi, puluhan aparatur desa mulai berkumpul di kawasan Landing, sekitar pukul 10.30 WIB. Lalu, sekitar pukul 11.00 WIB, mereka mulai membawa spanduk kemudian secara satu persatu memasangnya di pagar kantor bupati.

Spanduk yang dipasang tersebut berisi kalimat hampir serupa semua kecamatan. Antara lain spanduk dari Kecamatan Syamtalira Aron berisi “Kami segenap aparatur gampong dalam Kecamatan Syamtalira Aron, sangat keberatan dan menolak keputusan dalam draf Perbup 2021, terkait tidak adanya alokasi dana majelis taklim”.

Selain tidak adanya dana yatim serta pemotongan penghasilan tetap (Siltap) aparatur gampong hingga 70 persen oleh Pemkab Aceh Utara,”. Aksi pemasangan tersebut berlangsung sampai sekitar pukul 13.30 WIB. Sehingga ,spanduk tersebut menjadi menjadi perhatian para pengguna jalan Banda Aceh yang melintasi kawasan itu.

“Dalam sebulan terakhir ini beredar draf perbup tersebut. Dalam draf perbup tersebut tidak lagi dialokasikan lagi Alokasi Dana Desa (ADD/dari APBK Aceh Utara) untuk majelis taklim, anak yatim dan pemotongan siltap,” ujar Sekretaris Desa Blang, Kecamatan Matangkuli, Ismunazar kepada Serambi, Selasa (19/1/2021).

Disebutkan, sebelumnya dana majelis taklim mencapai Rp 6 sampai 9 juta, begitu dana untuk yatim dari APBK mencapai Rp 6 juta. “Jumlahnya bervariasi tergantung desa, tapi yang jadi persoalan dana desa tersebut tak disediakan lagi,” ujar Ismunazar yang mengaku pemegang mandat Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Aceh Utara.

Sementara Sekdes Buket, Kecamatan Kuta Makmur, Muhadi menyebutkan, tahun 2020 siltap keurani atau Sekdes Rp 2.224.420/bulan, sedangkan perangkat desa lain Rp 1 juta/bulan. Tapi, dalam Perbup tersebut gaji Sekdes menjadi 600 ribu. Sedangkan Kaur dan Kasi gampong menjadi Rp 450 ribu/ bulan.

“Kami sudah berupaya menyampaikan persoalan ini dalam pertemuan sebelumnya. Hanya saja, tidak ada solusi. Malah yang beredar draf Perbup tersebut. Karena itu, kami memprotesnya, dan kami berharap siltap sekdes dan aparatur lainnya tidak dipangkas,” pungkas Muhadi yang juga pemegang mandat PPDI Aceh Utara.

Sekda Aceh Utara, Dr A Murtala kepada Serambi menyebutkan, terkait aksi tuntutan yang dilakukan aparatur desa itu sah-sah saja. Tapi persiapan penyusunan Perbup tersebut sudah melalui kajian dan tidak ada yang keliru. Lalu, terkait dana majelis taklim dan anak yatim yang menurut mereka tidak diakomodir, malah sebaliknya.

“Sebenarnya, kalau untuk majelis taklim justru dalam Permendes dan turunannya Perbup yang kita siapkan tersedia uang yang sangat besar bidang keagamaan. Karena sudah ada ruang, boleh dialokasikan dana desa untuk keagamaan. Sedangkan majelis taklim itu bagian kecil dari kegiatan keagamaan,” ujar Sekda.

Sedangkan dana untuk anak yatim juga sudah diatur. Hanya saja, sekarang untuk yatim, sumber yang dapat dilakukan untuk membantu mereka banyak, tidak hanya dari desa seperti dari Dinas Sosial, dari kegiatan dan Baitul Mal. “Untuk kepemudaan, juga sudah ruang, hanya saja nomenklatur tidak sama seperti mereka tuntut,” ujar Sekda.

Dr A Murtala menyebutkan, terkait siltap itu karena dana transfer dari APBN ke Pemkab Aceh Utara berkurang, sehingga juga berpengaruh bagi APBK. “Jadi, tidak hanya siltap yang mengalami penyesuaian, tapi semua sektor yang mengalami penyesuaian, termasuk untuk pembangunan juga mengalami penyesuaian,” tutup Sekda.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved