Selasa, 9 Juni 2026

Update Gempa Sulawesi Utara, Rumah Warga Roboh dan Ubin RSUD Talaud Pecah

Gempa magnitudo 7,1 pada Kamis (21/1/2021) pukul 19.23 WIB ternyata menimbulkan sejumlah kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Dok. Polres Talaud
Rumah warga di Kabupaten Talaud, Sulut, rusak akibat gempa, Kamis (21/1/2021) 

SERAMBINEWS.COM, MANADO - Gempa magnitudo 7,1 pada Kamis (21/1/2021) pukul 19.23 WIB ternyata menimbulkan sejumlah kerusakan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Kapolres Talaud AKBP Alam Kusuma Sari Irawan mengatakan, ada empat rumah warga di Kecamatan Beo dan Melonguane yang mengalami kerusakan.

"Di Beo, satu rumah dinding belakangnya roboh dan dua rumah rusak ringan".

"Sadangkan, di Kecamatan Melonguane satu unit dapur warga roboh," kata Alam saat dikonfirmasi Kompas.com via telepon, Kamis malam.

Selain itu, Alam menyebutkan, gempa membuat sejumlah ubin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mala di Kabupaten Kepulauan Talaud pecah.

Hingga kini, Polres Talaud baru mencatat kerugian materi yang timbul akibat gempa.

Belum ditemukan korban dari gempa ini.

"Belum ada (korban), kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada menjaga jika terjadi gempa susulan," imbaunya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pascagempa magnitudo 7,1 di Talaud kembali terjadi gempa susulan.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko mengatakan, gempa susulan magnitudo 4,7 terjadi pada pukul 22.40 WITA.

"Lokasi gempa 4.92 LU,127.29 BT (122 kilometer Timur Laut Melonguane, Sulut) dengan kedalaman 137 kilometer," ujar Edward, lewat pesan singkat saat dikonfirmasi, Kamis malam.

Warga Talaud Panik hingga Lari Keluar Rumah

Di Kabupaten Talaud tepatnya, Desa Miangas, Kecamatan Miangas, gempa membuat panik warga hingga lari ke luar rumah.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Talaud Septno Lantaa mengatakan, getaran gempa di Miangas sangat kuat sehingga menimbulkan bunyi dalam bangunan.

"Saya sempat koordinasi pegawai Puskesmas di Miangas bahwa guncangan cukup keras dan belum terdata kerusakan karena kepanikan penduduk yang lari keluar rumah," ungkap Septno saat dihubungi Kompas.com via telepon, Kamis malam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved