Breaking News:

Bank Aceh Dapat Tambahan Modal, Dari Pemerintah Aceh Sebesar 200 Miliar

Bank Aceh Syariah pada tahun anggaran 2021 akan mendapat tambahan modal sebesar Rp 200 miliar dari Pemerintah Aceh

IST
Haizir Sulaiman 

BANDA ACEN - Bank Aceh Syariah pada tahun anggaran 2021 akan mendapat tambahan modal sebesar Rp 200 miliar dari Pemerintah Aceh, sebagai upaya memenuhi kebutuhan modal dasar Bank Aceh Syariah hingga 2024, minimal mencapai Rp 3 triliun.

Hal itu disampaikan Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman, kepada Serambi, Kamis (20/1/2021). Dikatakan, penambahan penyertaan modal di Bank Aceh Syariah, bagian dari tindak lanjut seruan Kemendagri kepada para gubernur, bupati dan wali kota, untuk memperkuat permodalan bank daerah,.

“Gubernur, bupati, dan wali kota yang memiliki fiskal keuangan daerah yang kuat dan memiliki dana tabungan, diminta untuk menambah penyertaan modalnya ke bank daerah,” terang Haizir.

Dikatakan, pada pertemuan dengan Forum Bank Daerah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnivian, kemampuan bank daerah untuk membiayai berbagai kegiatan produktif di daerah menjadi bertambah dan semakin kuat.

Penambahan pembiayaan/kredit dari bank daerah untuk sektor usaha produktif di daerah setempat, akan membuat pertumbuhan ekonomi semakin berkembang. Itu akan memberikan dampak positif luas, membuat bank daerah menjadi kuat, dan usaha ekonomi produktif di daerah ikut kuat sehingga mampu bersaing dengan perusahaan dari luar daerah. Oleh karena itu, kata Tito, daerah-daerah yang memiliki fiskal keuangan yang kuat, diharuskan menambah penyertaan modalnya ke bank daerah.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Sekda Aceh, Taqwallah dan DPRA, sudah merespon imbauan Kemendagri untuk menambah setoran penyertaan modalnya ke Bank Aceh Syariah, tahun ini, Rp 200 miliar.

Total dana penyertaam modal pemerintah daerah di Bank Aceh Syariah, sebut Haizir Sulaiman, sampai tahun 2020 lalu, baru sekitar Rp 1 triliun. “Dengan tambahan modal dari Pemerintah Aceh tahun ini Rp 200 miliar, menjadi Rp 1,2 triliun,” katanya.

Di luar penyertaan modal dari pemerintah daerah, kata Haizir, manajemen Bank Aceh Syariah, setiap tahunnya melakukan penambahan pemupukan modalnya yang nilainya sudah mencapai Rp 1 triliun, ditambah modal penyertaan pemerintah daerah (provinsi dan 23 kabupaten/kota) Rp 1,2 triliun, modal dasar Bank Aceh Syariah sampai posisi Januari 2021 itu, setelah penyertaan modal tahun ini Rp 200 miliar,  sudah di stor, nilainya menjadi Rp 2,2 triliun.

Modal dasar senilai itu, sebut Haizir Sulaiman, belum memenuhi ketentuan OJK yang menyerukan modal dasar bank daerah/Bank Aceh Syariah sampai posisi tahun 2024 minimal harus bisa mencapai Rp 3 triliun.

Karena waktu untuk mencapai modal dasara senilai itu, masih ada tiga tahun lagi, kata Haizir Sulaiman, Pemerintah Aceh bersama Bank Aceh Syariah, terus akan berupaya menambah penyertaan modal dasar Bank Aceh Syariah sampai pada yang dianjurkan OJK senilai Rp 3 triliun.

Sementara itu, Sekda Aceh, Taqwallah mengatakan, penyertaan modal itu, bagian dari respon Pemerintah Aceh terhadap permintaan Mendagri, agar pemerintah daerah yang memiliki fiscal keuangan daerah yang kuat, untuk menambah penyertaan modal ke bank daerahnya.

Tambahan modal Pemerintah Aceh, sebut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, Bustami Hamzah, tidak hanya ke Bank Aceh Syariah, tapi juga ke BPRS Mustaqim milik Pemerintah Aceh, tahun ini ditambah sebesar Rp 20 miliar.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga menyertakan modalnya kepada PT PEMA, perusahaan daerah yang akan menjadi pengelola Blok B Migas di Aceh Utara. Sementara ini, Blok B itu masih dikelola oleh Pertamina Hulu Energi. Nilai penyertaan modal Pmerintah Aceh kepada PT PEMA, sekitar Rp 22 miliar.

PT PEMA, kata Bustami Hamzah, perlu diberikan modal usaha, supaya kegiatan usaha yang akan dijalankan bisa berjalan, dan kalau sudah berjalan, perusahaan daerah itu akan memberikan PAD/PAA kepada Pemerintah Aceh, seperti Bank Aceh Syariah dan BPRS Mustaqim.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved