Breaking News:

Pidie Ditetapkan Darurat Banjir, Rendam 6 Kecamatan

Hal itu mengingat ada enam kecamatan yang berdampak banjir, yaitu Kecamatan Padang Tiji, Grong-Grong, Pidie, Mila, Delima

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Bupati Pidie, Roni Ahmad, SE (Abusyik) memerintahkan Dinas terkait untuk menangani korban banjir di Kabupaten Pidie secara cepat dan tepat sasaran saat memantau proses penanganan banjir di sepanjang aliran sungai Grong-grong, Rabu malam (20/1/2021). 

SIGLI- Kabupaten Pidie telah ditetapkan menjadi darurat banjir melalui SK Bupati Pidie yang diterbitkan, Selasa (19/1). Hal itu mengingat ada enam kecamatan yang berdampak banjir, yaitu Kecamatan Padang Tiji, Grong-Grong, Pidie, Mila, Delima dan Kecamatan Glumpang Baro. Meski banjir luapan tersebut tidak menyebabkan warga mengungsi, namun Pemkab tetap membangun dapur umum.

Kabid Kedaruratan dan logistik Bencana Daerah (BPBD) Pidie, H Junidar SSos MM, kepada Serambi, Kamis (21/1/2021) mengatakan, Pidie telah ditetapkan sebagai darurat banjir berdasatkan SK Bupati Pidie, tapi bukan darurat siaga satu. Namun, Pidie ditetapkan sebagai darurat biasa.

Menurutnya, penetapan Pidie sebagai darurat biasa karena dampak banjir pada, Senin (18/1). Kemudian, pada Rabu (20/1), banjir luapan sungai kembali terjadi yang menyebabkan enam kecamatan terendam air.

Menurutnya, saat ini banjir di Padang Tiji, Delima, Mila dan Glumpang Baro telah surut. Tapi, banjir luapan justru terjadi di lima gampong di Kecamatan Grong-Grong, yaitu Karieng, Paya, Mee, Baroh dan Mesjid Beureuleng. Banjir itu akibat luapan air sungai Krueng Reubee dan Krueng Paloh yang alirannya sama. Selain itu, Gampong Bie, Kecamatan Pidie masih terendam banjir, Genangan air belum surut karena jauh dari sungai.

"Kita telah membangun dapur umum di Gampomg Bie dan Perlak, Kecamatan Padang Tiji. Kita akan pasok sembako sembako ke dapur umum," jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini jumlah warga yang berdampak banjir di enam kecamatan yaitu, 14,347 jiwa. Rincian korban banjir yaitu Kecamatan Pidie berjumlah 687 KK atap 2.426 jiwa. Lalu, Padang Tiji 125 KK atau 550 jiwa, Delima 1.307 KK atau 4.755 jiwa, Mila 472 KK atau 6.351 jiwa dan Glumpang Baro, 78 KK atau 265 jiwa. "Untuk Grong-Grong belum diserahkan data warga yang berdampak banjir, sebab luapan sungai baru terjadi Kamis (21/1)," ujarnya.

Tokoh masyarakat Gampong Bie, Marzuki SE Ak kepada Serambi menyebutkan, meski hujan tidak turun pada, Kamis (21/1), tapi telah menyebabkan tujuh gampong di Kecamatan Pidie terendam, yaitu Gampong Buloh, Bie, Seukee, Puli, Blangkula Alue, Batee dan Paya Linteung. "Banjir luapan Sungai Reubee terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, yang naik ke rumah warga, jalan dan persawahan," jelasnya.

Kujruen Chik Padang Tiji, Muhammad Nasir atau Apa Syin mengungkapkan, banjir luapan di Padang Tiji telah surut, namun menyisakan lumpur yang harus dibersihkan masyarakat. Selain itu, kata Apa Syin, banjir telah menyebabkan Bendungan Seumanyam di Gampong Jok Tanjong, Kecamatan Padang Tiji jebol pada, Rabu (20/1). Bendungan Seumanyam yang jebol dinding, otomatis tidak lagi bisa menampung air. Malah air dalam bendungan tumpah ke dalam Sungai Paloh sehingga menyebabkan banjir. "Kita minta pemerintah membangun kembali Bendungan Seumanyam. Sebab, sumber air bagi petani," pungkasnya.

Bupati Pidie, Roni Ahmad, SE atau yang disapa Abusyik turun ke lokasi banjir di sepanjang aliran Sungai Grong-Grong, Rabu (20/1) malam, guna memastikan penanganan korban banjir di Pidie secara cepat dan tepat sasaran.

"Saya intruksikan kepada Dinas Sosial Pidie, BPBD dan Dinas PUPR supaya cepat menangani permasalahan di lapangan. Juga kepada camat agar fokus memantau situasi lapangan," ujar Abusyik dalam rilis dikirim Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Pidie, tadi malam.

Abusyik meminta dinas terkait untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan dalam kondisi tanggap darurat, termasuk kebutuhan di lokasi dan posko pengungsi. Selain itu, seluruh dinas terkait diminta supaya menjalankan tugas dengan sigap sesuai tupoksi masing-masing, secara adil dan merata.

"Saya imbau masyarakat tetap siaga terhadap bencana banjir, apalagi hujan yang terus mengguyur wilayah Pidie," kata Abusyik. (naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved