Breaking News:

Salam

Biden Mendapat Sambutan Positif

Joe Biden resmi dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat. Ia merupakan orang ke‑46 yang memimpin Negeri Paman Sam untuk periode empat tahun

Editor: bakri
AFP/Andrew Harnik / POOL
Joe Biden (kiri) dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46 oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts (kiri) saat Jill Biden memegang Alkitab, bersama dengan putra mereka Hunter Biden dan putri Joe dan Jill Biden Ashley Biden, di US Capitol di Washington, DC, Rabu (20/1/2021). 

Joe Biden resmi dilantik menjadi  Presiden Amerika Serikat. Ia merupakan orang ke‑46 yang memimpin Negeri Paman Sam untuk periode empat tahun ke depan Ia menggantikan Donald Trump yang memilih melanggar tradisi dengan tidak menghadiri acara pelantikan penerusnya.

Kamala Harris, diambil sumpahnya terlebih dulu. Ia mengukir sejarah sebagai perempuan pertama, perempuan keturunan pendatang dari India dan Jamaika, yang menjadi Wakil Presiden AS.

Pidato pertama Biden setelah dilantik, antara lain menyerukan persatuan dalan negerai AS dan mengatakan bahwa ini adalah kemenangan demokrasi. Berikut kutipan-kutipan pidato Joe Biden yang disampaikan di West Front Gedung Capitol AS di Washington DC, Rabu (20/1) siang. “Ini adalah hari Amerika. Ini adalah hari demokrasi. Suatu hari sejarah dan harapan, pembaruan dan keputusan. Melalui wadah selama berabad‑abad, Amerika telah diuji sebagai yang baru dan Amerika telah bangkit menghadapi tantangan tersebut. Hari ini kita merayakan kemenangan bukan dari seorang kandidat tetapi karena sebuah perjuangan, sebuah perjuangan demokrasi. Orang‑orang ‑ keinginan orang ‑ telah didengar, dan keinginan orang‑orang telah diperhatikan.

Kita telah belajar lagi bahwa demokrasi itu berharga, demokrasi itu rapuh dan, pada jam ini teman‑teman saya, demokrasi telah menang. Jadi sekarang di tanah suci ini di mana hanya beberapa hari yang lalu kekerasan berusaha untuk mengguncang fondasi Capitol, kita bersatu sebagai satu bangsa di bawah Tuhan ‑ tak terpisahkan ‑ untuk melakukan transfer kekuasaan secara damai seperti yang kita miliki selama lebih dari dua abad.

Saat kita melihat ke depan dengan cara kita yang khas Amerika, gelisah, berani, optimis, dan mengarahkan pandangan kita pada sebuah bangsa yang kita tahu kita bisa dan harus menjadi, saya berterima kasih kepada pendahulu saya dari kedua belah pihak. Saya berterima kasih kepada mereka dari lubuk hati saya. Dan saya tahu ketahanan Konstitusi kita dan kekuatan, kekuatan bangsa kita, seperti halnya Presiden Carter, yang saya ajak bicara tadi malam yang tidak bisa bersama kita hari ini, tetapi yang kita salut atas pengabdiannya seumur hidup.”

Itulah antara lain ungakapan Biden dalam pidatonya yang humanis. Tokoh‑tokoh berpengaruh dunia segera merespons positif pelantikan Joe Biden. Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Biden dan Kamala Harris. Jokowi pun mengajak Presideen dan Wakil Presiden AS itu memperkuat kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Hal ini demi kebaikan seluruh warga dunia. "Mari perkuat kemitraan strategis kita, tidak hanya untuk keuntungan dua negara, tetapi demi dunia yang lebih baik bagi semua."

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menulis, “Amerika Serikat kembali. Dan, Eropa telah siap. Untuk terhubung kembali dengan mitra lama dan yang dipercaya untuk memberikan antusiasme kepada aliansi yang kami hormati. Saya menantikan kerja sama dengan Joe Biden.”

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, ketika berbicara di hadapan Parlemen mengatakan, “Saya menantikan agar dapat bekerja sama dengan Biden, serta dengan pemerintahannya, memperkuat kemitraan antara kedua negara, serta bekerja untuk prioritas kita bersama, mulai dari melawan perubahan iklim, bangkit kembali dari pandemi, dan memperkuat keamanan trans‑atlantik.”

Juru Bicara Kelompok Hamas Palestina Fawzi Barhoum menyatakan, "Tidak ada penyesalan atas perginya Trump karena ia telah menjadi sumber dan pendukung terbesar ketidakadilan kekerasan dan ekstremisme di dunia juga mitra langsung atas pendudukan Israel dalam agresi terhadap rakyat kami." Ia  juga minta Biden membalikkan kebijakan yang sesat, dan tak adil terhadap rakyatnya dan meletakkan pondasi bagi keamanan dan stabilitas di kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menulis, "Dunia mengetahui bahwa hanya AS yang mampu memperbaiki dirinya sendiri secara praktik bukan hanya kata‑kata."

Biden memang telah mendapat sambutan banyak kepala negara dan tokoh dunia. Dan, sekarang dunia menunggi bagaimana Biden merealisasikan janji-janinya saat kampanye, baik kepada AS mapun kepada banyak negara yang selama ini “gerah” akibat beberapa kebijakan Trump.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved