Breaking News:

Dana Desa Lhokseumawe Meningkat

Pada tahun 2021 ini pemerintah mengalokasikan dana desa bagi 68 gampong di Kota Lhokseumawe sebesar Rp 61,9 miliar

Editor: bakri
For serambinews.com
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Lhokseumawe, Bukhari SSos MSi 

LHOKSEUMAWE -  Pada tahun 2021 ini pemerintah mengalokasikan dana desa bagi 68 gampong di Kota Lhokseumawe sebesar Rp 61,9 miliar. Jumlah ini merupakan yang terbesar sejak lima tahun terakhir.

Bila dibandingkan dengan tahun 2020, maka dana desa 2021 lebih banyak sekitar Rp 1,7 miliar. Di mana tahun 2020, jumlahnya sebesar Rp 60, 28 miliar. 

Kepala DPMG Kota Lhokseumawe, Bukhari SSos MSi kepada Serambi, Jumat (22/1/2021), membenarkan kalau dari tahun ke tahun, jumlah  dana desa jatah Kota Lhokseumawe terus bertambah. "Khusus dibandingan dengan tahun 2020 lalu, maka jumlah kali ini lebih besar sekitar 1,7 miliar rupiah," katanya.

Sedangkan bertambahnya dana desa pada tahun ini dibandingkan dari tahun sebelumnya, menurut Bukhari, dikarenakan pagu secara nasional memang bertambah.

Terkait pencarian tahap pertama pada tahun 2021 ini, menurut Bujhari, sampai saat ini, baru tujuh desa yang dananya sudah ada di rekening gampong masing-masing.  Ketujuh gampong tersebut adalah Tumpok Teungoh dan Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti. Cot Girek (Kecamatan Muara Dua), Seuneubok (Kecamatan Blang Mangat), serta tiga desa dalam wilayah Kecamatan Muara Satu, yakni Meuria Paloh, Padang Sakti, dan Blang Naleung Mameh. "Dana tahap pertama bagi tujuh gampong tersebut sudah masuk ke rekening desa masing-masing pada hari ini," katanya.

Kecuali itu, diakui Bukhari, ada tiga desa lainnya yang berkas pencarian dana desa tahap pertama sudah dikirim ke KPPN Lhokseumawe. Ketiga gampong tersebut adalah Gampong Kota, Ujong Blang, dan Simpang Empat dalam wilayah Kecamatan Banda Sakti.

Sementara sisanya atau bagi 58 gampong lagi, dipastikan Bukhari,  pencairan dana desa tahap pertama juga akan tuntas pada akhir Januari 2021 ini. "Karena, seluruh gampong sudah selesai penyusunan APBG. Kini, hanya tinggal proses evaluasi di tingkat dinas saja," pungkas Bukhari.

Pada kesempatan itu, Bukhari menjelaskan, jumlah dana yang akan diterima setiap desa dipastikan berbeda. Untuk alokasi dasar, jumlah dana untuk seluruh desa sama yakni Rp. 641.574.000. Lalu, ada tambahan dari alokasi formula yang perhitungannya berdasarkan jumlah penduduk, wilayah, penduduk miskin, dan tingkat kesulitan geografis.

"Akan ada tambahan dana berupa alokasi kinerja. Alokasi kinerja ini hanya untuk desa yang hasil penilaian dari Kementerian Desa, karena  melakukan pencairan dana dan pertanggungjawaban dengan cepat, serta penyaluran tepat sasaran. Sehingga, untuk Lhokseumawe alokasi dana kinerja jatah tahun 2021 hanya diperoleh tujuh desa. Maka, ketujuh desa tersebut mendapat dana tambahan sebesar Rp 288.153.000," paparnya.

Ketujuh desa tersebut yakni Paya Bili di Kecamatan Muara Dua. Kemudian, Tunong dan Baloi, Kecamatan Blang Mangat. Selanjutnya, Meunasah Dayah, Blang Pulo, Blang Naleung Mameh, dan Cot Trieng di Kecamatan Muara Satu.(bah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved