Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Istri Gubernur Aceh Kunjungi Lokasi Banjir di Aceh Tamiang

Pemerintah Aceh saat ini bukan hanya dihadapkan pada persoalan bencana banjir di Aceh Tamiang, tapi juga di Aceh Utara dan Timur.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Dyah saat menyusuri tanggul yang jebul di Telukhalban, Aceh Tamiang, Minggu (24/1/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Istri Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati mengakui kerusakan tanggul di Aceh Tamiang yang menjadi pemicu terendamnya sebelas kecamatan diakui cukup parah. 

Hal ini disampaikan Dyah ketika meninjau dua tanggul di Rantaupakam dan Telukhalban, Minggu (24/1/2021).

Dyah yang didampingi sebagian Forkopimda Aceh Tamiang sempat menyusuri tepi tanggul untuk melihat langsung dampak kerusakan yang terjadi.

Diakuinya untuk mengatasi persoalan ini dibutuhkan kekuatan pemikiran cerdas dari para pemimpin di Aceh.

Dyah pun berharap masyarakat mendoakan agar unsur pemimpin di Aceh dan Aceh Tamiang diberi kesehatan agar bisa menyelesaikan persoalan ini.

“Mohon supaya dari bupati, camat, kepala dinas, gubernur dapat sehat semuanya. Kekuatan pemikiran yang cerdas agar bisa selesaikan masalah bersama,” kata Dyah.

Sedikit digambarkannya, Pemerintah Aceh saat ini bukan hanya dihadapkan pada persoalan bencana banjir di Aceh Tamiang, tapi juga di Aceh Utara dan Timur. 

“Tapi bukan hanya Aceh, di tivi kita lihat Kalimantan yang tidak pernah banjir, hari ini banjir. Belum lagi gempa. Jadi bencana terus-menerus. Tapi tentunya tidak boleh melemahkan iman kita,” pesannya.

Perwakilan BPBA yang mendampingi Dyah sempat mengatakan pihaknya telah menyiapkan kantung untuk digunakan menambal tanggul yang bocor.

Sayangnya kebijakan ini ditolak Datok Penghulu Kampung Rantaupakam, Ruslan yang menegaskan mereka butuh tanggul permanen.

“Kalau sifatnya cuma sementara, itu bukan solusi. Tetap saja kami was-was setiap hujan turun,” kata Ruslan.

Dia berharap kunjungan pejabat dari provinsi bisa memberikan solusi yang lebih baik.

“Sumber perekonomian kami sudah hancur. Kalau tanggul tanah, selama ini sudah kami lakukan,” kata Ruslan.(*)

Baca juga: Antar Bantuan Korban Banjir di Aceh Tamiang, Istri Gubernur Sempat Cek Kerusakan Tanggul

Baca juga: Anak Harimau Sumatera yang Terjerat Mulai Membaik, Induknya Masih Berkeliaran, Warga Diminta Waspada

Baca juga: Tersenggol & Jatuh dari Sepmor Dibonceng Ayahnya, Remaja Aceh Tamiang Ini Meninggal Tergilas Tronton

Baca juga: Oki Setiana Dewi Kabarkan Kondisi Putra Bungsunya, Bersyukur Si Kecil Tak Idap Leukimia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved