Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Dalam Proyek Pengaman Pantai Cunda-Meuraksa

Pasalnya, jaksa mendapat informasi dari masyarakat ada dugaan korupsi dalam proyek Rp 4,9 miliar yang bersumber dari dana otonomi khusus itu. 

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lhokseumawe, Dr Mukhlis SH MH 

Pasalnya, jaksa mendapat informasi dari masyarakat ada dugaan korupsi dalam proyek Rp 4,9 miliar yang bersumber dari dana otonomi khusus itu. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS,COM, LHOKSEUMAWE - Penyidik Kejari Lhokseumawe mulai melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket) proyek lanjutan pembangunan pengaman pantai Cunda-Meuraksa tahun 2020. 

Pulbaket ini sudah mulai dilakukan dalam dua pekan terakhir ini. 

Pasalnya, jaksa mendapat informasi dari masyarakat ada dugaan korupsi dalam proyek Rp 4,9 miliar yang bersumber dari dana otonomi khusus itu. 

Untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti tersebut, penyidik di bagian Intel Kejari Lhokseumawe juga sudah menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe. 

Tak hanya itu, penyidik jaksa juga sudah memintai keterangan beberapa pejabat dari dinas PUPR.

Antara lain pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pihak rekanan. 

Baca juga: Suami Bekukan Mayat Istri Karena Sulit Terima Kematian Istri Akibat Kanker, Berharap Kembali Hidup

Baca juga: Hari Ini, Bertambah Enam Warga Kota Lhokseumawe Terpapar Covid-19, Total 406 Orang

Baca juga: Suami Pukul Istri di Kepala hingga Tewas, Pelaku Emosi Uang Habis Dipakai Korban untuk Belanja

Kajari Lhokseumawe, Dr Mukhlis, melalui Kasi Intelijen, Miftahuddin SH, menyampaikan hal ini ketika menjawab  Serambinews.com, Minggu (24/1/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved