Breaking News:

Tgk Jenggot Cs Jadi Tersangka,  Kasus Keributan di Pendopo Bupati Aceh Barat

Polres Aceh Barat telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus keributan yang terjadi di pendopo bupati pada 18 Januari 2020 lalu

For Serambinews.com
AKBP Andrianto Argamuda, Kapolres Aceh Barat. 

MEULABOH - Polres Aceh Barat telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus keributan yang terjadi di pendopo bupati pada 18 Januari 2020 lalu. Penetapan tersangka itu merupakan buntut dari pelaporan yang dilakukan Bupati Aceh Barat, Ramli MS.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Zahidin alias Tgk Janggot, Akrim, dan Azis. Ketiganya terlibat keributan dengan bupati dan videonya kemudian viral di masyarakat. Penetapan ketiganya sebagai tersangka diumumkan oleh Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda melalui Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap, Jumat (22/1/2021).

“Sudah ditetapkan tiga orang tersangka atas keributan yang dibuat di pendopo bupati,” kata Parmohonan kepada Serambi.

Ia menjelaskan, keributan itu terjadi pada tanggal 18 Januari 2020 dan pada tanggal 17 Juli tahun tersebut, Bupati Ramli MS melaporkannya ke Polres Aceh Barat. Sedangkan penetapan tersangka dilakukan pada 13 Januari 2021 atau lima bulan sejak pelaporan.

Keributan itu terjadi bermula saat kedatangan Tgk Janggot Cs ke Pendopo Bupati Aceh Barat dengan tujuan untuk menagih utang kepada Bupati Ramli MS. Namun Bupati Ramli merasa tidak berutang, apalagi di dalam kwitansi juga tidak tidak tercantum nama bupati sebagai pihak yang berutang.

Perdebatan pun terjadi. Suasana semakin memanas hingga berakhir dengan keributan dan saling pukul. Keributan itu ternyata sempat direkam dalam sebuah video singkat yang kemudian viral di masyarakat.

Hal inilah yang kemudian membuat Bupati Ramli membuat laporan ke polisi. Dia merasa dipermalukan dengan tersebarnya video tersebut. Apalagi dia diminta untuk membayar utang pilkada.

 Penuh rekayasa

Sebelumnya, para saksi mata dalam kasus keributan di Pendopo Bupati Aceh Barat pada 18 Februari 2020 lalu mengungkapkan adanya rekayasa dalam kasus keributan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan oleh Abdullah Saleh, Kuasa Hukum Ramli MS kepada Serambi, Rabu (13/1/2021) usai menghadiri gelar perkara kasus pemerasan dan ancaman kekerasan terhadap Bupati Aceh Barat di Mapolres Aceh Barat.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved