Breaking News:

Staf Dinas Pendidikan Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Peredaran Ijazah Palsu

Penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah telah menetapkan seorang staf di Dinas Pendidikan (Disdik) Bener Meriah dengan inisial nama

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK.   

REDELONG - Penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah telah menetapkan seorang staf di Dinas Pendidikan (Disdik) Bener Meriah dengan inisial nama A (37) sebagai tersangka dalam kasus dugaan peredaran ijazah palsu yang bersumber dari Disdik setempat.

“Kita telah menetapkan satu orang tersangka yakni A (37) yang merupakan staf Disdik Bener Meriah,” ujar Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rifki Muslim SH.

Disebutkan, tersangka A (37) merupakan staf Dikmas pada Dinas Pendidikan (Disdik) Bener Meriah. Dia kini telah ditahan di Mapolres setempat. Menurut Rifki, dari pengakuan tersangka, ijazah yang diduga palsu itu dibuat lebih kurang sebanyak 30 lembar yang sudah tersebar, namun pihaknya masih mendalami kasus ini.

Modusnya, kata Rifki, tersangka membuat ijazah dengan beberapa cara. Ada yang dibuat dengan kertas karton, ada juga yang memakai blangko asli. “Ijazah diduga palsu yang dibuat oleh tersangka, ada yang menggunakan kertas karton yang dibeli dari percetakan, dan ada juga blangko asli yang kosong,” ungkapnya.

Untuk harga satu lembar ijazah, sebut Rifki, dijual oleh tersangka dengan harga yang bervariasi. Ketika Serambi menanyakan nominal harga, Rifki tidak menjelaskan lagi secara rinci.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRK Bener Meriah, Darwinsah kepada Serambi melalui pesan WhatsApp mengatakan, dirinya mengapresiasi aparat kepolisian khususnya Satreskrim Polres Bener Meriah yang telah menetapkan satu orang tersangka dugaan peredaran ijazah palsu. “Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membuka tabir ini, dan kami harapkan agar menindak semua oknum yang terlibat dalam kasus tersebut,” ujar Darwin. Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar dalam penanganan kasus ini tidak ada tebang pilih.

Menurutnya, kasus ini telah mencoreng dunia pendidikan ditengah upaya meningkatkan minat belajar anak didik dan meningkatkan mutu pendidikan di Bener Meriah. “Kita saat ini sedang mencari solusi di tengah situasi pandemi Covid-19 agar kualitas anak didik kita tidak menurun drastis,” kata Darwin.

Mirisnya, kata Darwin, masih ada oknum yang tega memperjualbelikan ijazah palsu. Darwin menambahkan, terkait dugaan beredarnya ijazah palsu, ia juga berharap pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Bener Meriah melakukan verifikasi ulang terhadap semua aparatur kampung di kabupaten tersebut.(bud)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved