Breaking News:

Aminullah Ajak Warga Perangi Rentenir Sumber Pemicu Kemiskinan

Wali Kota menegaskan, ‘genderang perang’ terhadap rentenir yang ditabuh pihaknya merupakan wujud perhatian dan kepedulian pihaknya

Aminullah Ajak Warga Perangi Rentenir Sumber Pemicu Kemiskinan
FOTO HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, memperlihatkan buku 'Ala Aminullah Perangi Rentenir‘, di pendopo setempat, Senin (25/1/2021).

Wali Kota menegaskan, ‘genderang perang’ terhadap rentenir yang ditabuh pihaknya merupakan wujud perhatian dan kepedulian pihaknya kepada masyarakat yang masih memanfaatkan jasa lintah darat tersebut sebagai sumber untuk mendapatkan modal usaha.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, tak kenal lelah untuk mengajak warga kota agar tidak terjebak dengan rentenir. Sebab, selain bertentangan dengan syariat Islam, praktek yang dijalankan rentenir juga menguras ekonomi masyarakat kecil. Menurut Wali Kota, rentenir itu berasal dari kata ‘rente’ yang berarti bunga atau riba dan ‘nir’ merupakan subjek atau orang.

"Jadi, praktek rentenir alias lintah darat, Bank 47, koperasi ilegal, atau Bankkel bermakna orang yang memungut bunga atau riba dan mencari nafkah dengan cara-cara yang sangat ditentang dalam agama, dan ruang lingkup prakteknya dari laut sampai ke pegunungan," jelas Aminullah di sela-sela kegiatan dinasnya di pendopo setempat, Senin (25/1/2021).

Wali Kota menegaskan, ‘genderang perang’ terhadap rentenir yang ditabuh pihaknya merupakan wujud perhatian dan kepedulian pihaknya kepada masyarakat yang masih memanfaatkan jasa lintah darat tersebut sebagai sumber untuk mendapatkan modal usaha.

"Selain merusak pola pikir masyarakat, rentenir juga tak memikirkan kondisi peminjamnya dengan terus menerus menguras sumber pendapatan mereka yang merupakan kaum ekonomi lemah seperti pedagang atau pengusaha kecil," jelasnya.

Jika masyarakat masih memiliki ketergantungan terhadap rentenir, menurut Aminullah, dengan sendirinya angka kemiskinan akan terus meningkat. "Berbagai kebijakan yang terus kita upayakan guna memerangi rentenir takkan berarti apa-apa tanpa ada kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menjauhi lintah darat,” tegas Wali Kota.

Aminullah Usman yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh,  mengajak semua pengusaha, perbankan, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama menjalankan ekonomi syariah. "Kita juga mengajak semua pihak agar sama-sama melakukan berbagai upaya untuk menegakkan muamalah sesuai syariat Islam. Seperti mengeluarkan qanun tentang larangan ribawi dan hukuman bagi pelaku," jelasnya

Untuk diketahui, kerja keras Wali Kota Banda Aceh dalam memerangi praktek rentenir terbilang sukses. Buktinya, Aminullah mampu membangun Lembaga Keuangan Mahirah Muamalah Syariah (MMS) hingga menerbitkan buku 'Ala Aminullah Perangi Rentenir' sebagai solusi pembelajaran bagi masyarakat.

Bukti lain, hasil survei yang dilakukan Yayasan Rumah Harta Umat dan ASA Solution menunjukkan bahwa ketergantungan pedagang pasar di Banda Aceh terhadap rentenir kini hanya tersisa dua persen. Survei pada 20 November-20 Desember 2020 lalu itu di Pasar Ulee Kareng, Pasar Seutui, Pasar Peunayong, Pasar Rukoh, dan Pasar Kampung Ateuk. Dari 237 responden, hanya dua persen yang berhubungan dengan rentenir.

Angka itu terjadi penurunan dibanding survei pada tahun 2019, dimana saat itu ketergantungan pedagang terhadap tengkulak masih mencapai 6 persen. Hal itu juga tidak terlepas dari hadirnya Mahirah Muamalah Syariah (MMS) sebagai solusi efektif bagi masyarakat ekonomi lemah yang menggantungkan hidupnya pada usaha kecil. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved