Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kamis Ini, Pasangan Gay yang Ditangkap di Kuta Alam Dieksekusi Cambuk di Taman Sari Banda Aceh

Mahkamah Syar'iyah Kota Banda Aceh pada 13 November 2020 lalu, sudah menjatuhkan vonis kepada pasangan homoseks MU dan TA.

Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
FOR SERAMBINEWS.COM
Pasangan gay (homoseksual) berinisial MU (26) dan TA (34) sedang dimintai keterangan oleh penyidik Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Jumat (13/11/2020) dini hari setelah keduanya digerebek di sebuah kos di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 23.30 WIB. 

Mahkamah Syar'iyah Kota Banda Aceh pada 13 November 2020 lalu, sudah menjatuhkan vonis kepada pasangan homoseks MU dan TA.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masih ingat dengan penggerebekan pasangan gay (homoseksual) yang dilakukan pemilik kontrakan bersama warga salah satu gampong di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis, 12 November 2020 lalu?

Kedua pria berinisial MU (26) dan TA (34), penyuka sesama jenis itu, Kamis ini, 28 Januari 2021 akan dicambuk di Taman Bustanul Salatin (Taman Sari) Banda Aceh.

Demikian diungkapkan Plt Kasatpol PP dan WH, Heru Triwijanarko SSTP MSi, kepada Serambinews.com, Selasa (26/1/2020).

Menurut Heru, Mahkamah Syar'iyah Kota Banda Aceh pada 13 November 2020 lalu, sudah menjatuhkan vonis kepada pasangan homoseks MU dan TA.

Kedua tersangka terbukti bersalah melakukan jarimah liwath yang diatur di dalam Pasal 63 ayat 1 Qanun Nomor 6 tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Baca juga: Pemuda 20 Tahun Hilang Diterkam Buaya Saat Mancing di Pantai, Empat Dukun Diturunkan Mencari Korban

"Hakim telah menjatuhkan Uqubat Ta'zir terhadap terdakwa MU dan TA, masing-masing akan menerima uqubat cambuk sebanyak 80 kali," ungkap Heru.

Selain pasangan gay, algojo akan mengeksekusi cambuk dua tersangka lainnya yang terlibat kasus pelanggaran Qanun Nomor 6 tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat dan ditangani Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh.

Heru menjelaskan pelaksanaan eksekusi cambuk tersebut dilakukan setelah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dari Mahkamah Syar'iyah Kota Banda Aceh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved