Breaking News:

Syahbandi, Ungkap Peran Bidan dalam Imunisasi

bidan bisa menyasar ibu hamil dan menyusui, serta kalangan remaja,” jelas Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Aceh, Syahbandi

IST
Syahbandi 

Bidan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Karena itu, bidan sering bertemu dengan ibu-ibu sebelum melahirkan. “Selama ini bidan sudah berperan dalam mengampanyekan pentingnya imunisasi. Sebab, bidan bisa menyasar ibu hamil dan menyusui, serta kalangan remaja,” jelas Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Aceh, Syahbandi, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, bidan sudah sering bertemu dengan para remaja perempuan dalam rangka sosialisasi kesehatan reproduksi. Jadi, sambung Syahbandi, kesempatan itu biasa juga digunakan oleh bidan untuk membahas tentang imunisasi. Sementara bagi ibu hamil atau yang sedang dalam program hamil, bidan kembali dapat kesempatan  untuk membicarakan tentang manfaat imunisasi.

Sedangkan saat bertemu ibu dengan balita, bidan tak pernah lupa menempatkan posisinya untuk ikut membangun kesadaran masyarakat agar mau ikut imunisasi. “Dalam setiap kesempatan dan pertemuan, bidan mencoba untuk terus membawa pesan dan memberi edukasi tentang pentingnya imunisasi kepada kaum ibu,” ujar Syahbandi.

Bidan senior ini menambahkan, selama ini bidan tak jarangan menemukan kendala di lapangan. Sebab, sebagian masyarakat  menolak dilakukan imunisasi terhadap balitanya. Hal itu, menurut Syahbandi, karena ada informasi yang menyebutkan bahan yang terkandung dalam vaksin untuk imunisasi diragukan kehalalannya.

Ia menduga, kondisi tersebut terjadi karena belum ada edukasi yang masif terhadap mereka yang menolak imunisasi. “Terhadap yang menolak, bidan tidak pernah memaksa mereka untuk melakukan imunisasi terhadap anaknya. Namun, bidan tetap memberi pemahaman tentang resiko yang bisa timbul terhadap anak-anak yang tidak diimunisasi,” ungkapnya.

Berkat upaya yang dilakukan bidan, menurut Syahbandi, ada beberapa orang tua yang awalnya menolak anaknya diimunisasi, tapi kemudian mereka mau mengikuti program tersebut. Kondisi itu, sebutnya, juga berkat adanya masukan dari keluaga dan kerabat atau mendapat edukasi yang lebih dari tenaga medis termasuk bidan.

Ia menjelaskan, imunisasi sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh setiap anak. Salah satu dampak langsung dari imunisasi yang terlihat adalah menghilangnya kasus cacar (smallpox) yang sangat berbahaya dan mematikan.

Di Aceh, tambah Syahbandi, saat ini ada satu penyakit yang masih jadi ancaman bagi anak-anak yang tak diimunisasi. Penyakit itu adalah difteri, yang sampai sekarang masih ditemukan di beberapa kabupaten/kora. Karena itu, sebut Syahbandi, pihaknya terus memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak serta dampak bagi mereka yang diimunisasi dan yang tidak diimunisasi. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved